Pusat Kegiatan Stimulasi Untuk Bayi

“Di tempat ini, bayi akan menemukan kegiatan yang bermanfaat untuk perkembangannya, sementara orangtua akan mendapatkan informasi tentang cara-cara menstimulasi bayi,” papar Ririen Wiropranoto, Kepala Sekolah Molome Dalome Early Childhood Learning Center, Jumat (15/5) di sekolah yang terletak di Pertokoan Rich Palace, Jakarta Barat ini.

Molome Dalome adalah pusat kegiatan stimulasi bayi berumur 6—24 bulan. Molome Dalome merupakan singkatan dari kata Mommy loves me, Daddy loves me. Slogan pusat stimulasi ini adalah Mommy is my best friend, Daddy is my hero. Molome Dalome bukan sekolah bayi, namun pusat ke giatan stimulasi untuk bayi dan anak. Caracara yang dilakukan untuk menstimulasi bayi dan anak, mi salnya, dengan menggunakan flash card, lagu-lagu, menari, merangkak, bermain, gym, dan sebagainya.

Lomba Balita Di Puskesmas

sat-jakarta.com – Puskesmas Jurang Mangu menggelar lomba Balita Sehat 2015. Dengan tema “Ciptakan Generasi Bangsa Yang Sehat Dan Berkualitas”, puluhan bayi dan balita beserta orangtuanya antusias mengikuti lomba yang digelar di halaman Puskesmas Jurang Mangu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (23/05) lalu. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Jurang Mangu, Bidan Dyah Astuti mengatakan, sekitar 130 anak yang menjadi peserta merupakan perwakilan dari 50 Posyandu di lingkungan puskemas.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Peserta lomba dibagi dalam dua kategori. Pertama, kategori balita usia 6—12 bulan, lalu ka tegori 13— 24 bulan. Kriteria penilaian juri, adalah pengukuran fi sik peserta lomba, kepatuhan pada hak-hak anak semisal kepemilikan akta kelahiran dan kartu menuju sehat, pemahaman dan penerapan gizi di keluarga, penilaian kesehatan ibu, pemeriksaan gigi balita, pemantauan grafi k tumbuh-kembang balita, kunjungan rutin ke puskesmas, kepatuhan pada jadwal imunisasi, dan pemeriksaan psikologi.

“Lomba balita sehat ini bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat yang berkualitas dan produktif, sehingga tercipta generasi penerus yang andal bagi pemba ngunan ke depan. Lomba ini juga mendorong posyandu untuk melaksanakan aktivitasnya dengan rutin dan benar. Nantinya, pemenang di tingkat puskesmas dari tiap kategori ini akan dikirim ke tingkat kabupaten dan seterusnya.

Kami berharap, peserta dari sini bisa lolos hingga ke tingkat provinsi, bahkan nasional,” kata Dyah. Pemenang di tingkat puskesmas mendapat piagam penghargaan, piala, serta berbagai macam hadiah dari sponsor. Lomba seperti ini sudah tiga kali dilakukan di Puskesmas Jurang Mangu. Tabloid nakita sebagai sponsor ikut berpartisipasi dengan memberikan goodie bag bagi semua orangtua yang hadir.

Pusat Kegiatan Stimulasi Untuk Bayi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Glenn Doman, otak bayi berkembang dengan sangat cepat saat diberikan stimulus dan kesempatan untuk bergerak. Oleh sebab itu, semakin awal stimulasi diberikan pada bayi, semakin baik perkembangan otaknya. Untuk membantu orangtua menstimulasi bayinya, kini hadir Molome Dalome Early Childhood Learning Center.

Kue Bugis Ubi Ungu Untuk 20 porsi ala Catering Sehat Jakarta

Stoica.id – Kue Bugis Ubi Ungu Untuk 20 porsi ala Catering Sehat Jakarta

Bahan Kulit: 100 gr ubi ungu, kukus, haluskan 150 gr tepung ketan putih 2 tts pewarna ungu 1/4 sdt garam 30 gr gula pasir 2 sdm minyak goreng 150 ml santan hangat, dari 1/4 btr kelapa

Bahan Isi: 100 gr kelapa parut kasar 100 gr gula merah 50 ml air 1 lbr daun pandan, ikat simpul

Bahan Kuah: 500 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 1 lbr daun pandan, ikat 1/2 sdt garam 1 sdt gula pasir 2 sdm tepung beras 1 sdm maizena

Cara Membuat: 1. Kuah, campur santan, daun pandan, garam, gula pasir, tepung beras, dan maizena. Aduk rata. Masak sambil diaduk sampai meletup letup. 2. Isi, aduk rata bahan isi. Masak sambil diaduk sampai kalis. Angkat. Bentuk bola-bola. 3. Kulit, campur tepung ketan putih, pewarna ungu, ubi ungu, gula pasir, dan garam. Lalu Aduk rata. Dan Tambahkan minyak goreng. Dan Aduk rata lagi. Tuang santan hangat sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. 4. Ambil sedikit adonan kulit. Pipihkan. Beri isi. Bentuk bola-bola. Kukus di atas api kecil 19 menit, sambil sesekali dibuka sampai matang. Angkat dan sisihkan. 5. Sajikan bugis dengan siraman kuah.

Pia Ubi Ungu Untuk 16 porsi

Bahan Kulit Luar: 150 gr tepung terigu protein tinggi 100 gr tepung terigu protein sedang 100 gr tepung terigu protein rendah 25 gr gula tepung 1/4 sdt garam 80 gr air 75 gr margarin

Bahan Kulit Dalam: 210 gr tepung terigu protein sedang 140 gr margarin 100 gr tepung terigu protein rendah 5 tts pewarna ungu B

ahan Isi: 200 gr ubi ungu, kukus, haluskan 30 gr gula tepung 50 gr santan kental instan 100 ml air 1/2 sdt garam 1 lbr daun pandan 125 gr air 75 gr gula pasir 60 gr margarin 1/4 sdt garam

Cara Membuat: 1. Isi, campur ubi ungu dengan santan dan air. Tambahkan daun pandan, gula pasir, dan garam. Masak sambil diaduk sampai kalis. Sisihkan. 2. Timbang adonan masing-masing 25 gram. Bentuk bulat. Sisihkan. 3. Kulit luar, campur gula tepung, garam, dan tepung terigu. Dan Tambahkan air. Uleni hingga kalis. Tambahkan margarin. Uleni sampai licin. Diamkan 15 menit. 4. Timbang adonan masing-masing 50 gram. Bentuk bulat. 5. Kulit dalam, campur tepung terigu, margarin, dan pewarna ungu. Aduk sampai bergumpal. 6. Timbang adonan masing-masing 50 gram. Bentuk bulat. 7. Pipihkan adonan kulit luar. Beri adonan kulit dalam. Bentuk bulat. 8. Giling adonan memanjang. Gulung. Giling lagi adonan memanjang. Gulung. 9. Potong adonan jadi 2 bagian. Pipihkan adonan. Beri isi. Bentuk bulat dengan motif ada di bagian luar. 10. Letakkan di loyang yang dioles mentega putih. 11. Oven dengan suhu 180 derajat Celcius 35 menit sampai matang.

Talam Ubi Ungu Pisang Untuk 40 porsi ala Catering Pernikahan Jakarta

Craftoflove.id – Talam Ubi Ungu Pisang Untuk 40 porsi ala Catering Pernikahan Jakarta

Bahan I: 300 gr ubi ungu, kukus, haluskan 250 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 1/4 sdt garam 150 gr tepung sagu 2 1/2 sdm tepung beras 125 gr gula halus

Baca juga : rebornmind.org

Bahan II: 1 bh pisang tanduk, kukus, potong-potong 250 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 1/2 sdt garam 4 sdm tepung beras 50 ml air panas 30 gr tepung sagu

Cara Membuat: 1. Bahan I, rebus garam bersama dengan santan sambil diaduk hingga mendidih. Biarkan hangat. 2. Campur tepung beras, tepung sagu, ubi, gula halus. Lalu Aduk rata. Tuang rebusan santan sedikit-sedikit sambil diaduk rata. 3. Tuang adonan sampai memenuhi 1/2 bagian tinggi cucing. 4. Kukus di atas api sedang 15 menit sampai matang. 5. Bahan II, rebus santan bersama garam sambil diaduk hingga mendidih. Biarkan dingin. 6. Aduk rata tepung beras dan air panas. Tambahkan tepung sagu. Aduk rata. Tuang rebusan santan sedikit-sedikit sambil diaduk rata. 7. Tuang bahan II di atas bahan I. Letakkan pisang tanduk di atasnya. Kukus lagi 15 menit sampai matang.

Kue Ku Talas Untuk 24 buah

Baca juga : revogayahidup.com

Bahan Kulit: 100 gr talas, kukus, haluskan 250 gr tepung ketan 75 gr gula tepung 1/2 sdt garam 175 ml santan hangat dari 1/4 btr kelapa 1/2 sdt pasta talas

Bahan Isi: 100 gr kacang hijau kupas, rendam 1 jam 200 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 75 gr gula pasir 1 lbr daun pandan 1/2 sdt garam

Cara Membuat: 1. Isi, kukus kacang hijau 20 menit sampai mekar. 2. Blender kacang hijau dan santan. Tambahkan gula pasir, daun pandan, dan garam. Masak di atas api yang kecil sambil diaduk hingga kalis. Dinginkan. Bentuk bola-bola. Sisihkan. 3. Kulit, campur tepung ketan, gula tepung, talas, dan garam. Aduk rata. Masukkan santan dan pasta talas sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. 4. Ambil sedikit adonan kulit. Pipihkan. Beri isi. Bentuk bulat. Masukkan ke dalam cetakan kue ku yang ditaburi tepung ketan. Padatkan. 5. Keluarkan. Letakkan di atas daun pisang yang diolesi tipis minyak. 6. Kukus dalam waktu selama 12 menit di atas api sedang hingga matang. Buka tutup kukusan setiap 2 menit. 7. Panas-panas, olesi tipis dengan minyak. Sajikan.

Pentas Teater Payung Hitam, Post Haste di Bandung

TEATER Payung Hitam merupakan organisasi nonproft yang didirikan pada 1982 oleh Rachman Sabur, Sistriadji, Nandi Rifandi, dan Budi Sobar, yang disahkan dengan akta notaris dengan nama Yayasan Payung Hitam pada 29 November 2007. Nama Payung Hitam diambil dari nama pertunjukan mereka berempat di Hotel Panghegar, Bandung, pada 1982. Hampir tiap tahun Payung Hitam kemudian memproduksi teater tubuh sehingga lambat-laun lahirlah idiom-idiom khas mereka. ”Pementasan Post Haste ini merupakan retrospeksi kami back to zero,” kata Rachman. Ia ingin memandang ulang bagaimana ia memilih jalan teater fsik atau teater tubuh. ”Terutama keaktoran. Bagaimana kami ingin mereposisi apa yang disebut keaktoran. Keaktoran bukan hanya timbul dari tradisi realisme,” kata Rachman. Tak dimungkiri, sebagaimana para sutradara dan aktor lain, Rachman awalnya menggeluti realisme.

Lalu datanglah kegundahan itu. Ia merasa cara berakting, apalagi ketika mementaskan naskah terjemahan terasa tak pas. Transformasi kebertubuhan sebatas teknis. ”Saya merasa ganjil misalnya melihat pementasan Shakespeare dengan kostum-kostum klasik Barat tapi ”cengkok”-nya tetap Melayu. Persoalan saya adalah kebertubuhan. Saya ingin mencari kebertubuhan Indonesia, bukan tubuh Prancis, tubuh Jerman, tubuh Jepang, dan sebagainya.” Rachman mengakui pandangannya terhadap potensi teater tubuh terkuak setelah ia melihat pementasan Sardono W. Kusumo, Metaekologi, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 1979. ”Saya sangat terpengaruh oleh pertunjukan di lumpur itu.” Rachman kemudian, kalau kita lihat pementasan-pementasannya, seolah-olah memiliki pandangan bahwa masyarakat kita adalah masyarakat sakit.

Tubuh manusia Indonesia menjadi korban perebutan berbagai kepentingan politik dan kemudian kapital. Tubuh didikte, diolah, dibentuk, dan diarahkan oleh politik. Sangat monumental bagaimana pada zaman Orde Baru, Rachman Sabur berusaha menafsirkan naskah Peter Handke, Kaspar, ke dalam situasi aktual. Sebuah pertunjukan yang memunculkan aktor kuat Tony Broer. Kaspar aslinya adalah kisah nyata tentang seorang lelaki aneh bisu yang tiba-tiba muncul di Nuremberg, Jerman, pada 1828. Ia tak bertingkah laku seperti manusia; seolah-olah tak mengenal peradaban. Rachman mengadaptasi Kaspar menjadi sosok tunawicara, seorang dewasa yang berpikiran kerdil lantaran otaknya terlalu dicekoki oleh ideologi.

Panggung diisi akting Tony Broer yang gundul, gagap bicara, dan hanya bisa mengeluarkan kata-kata yang diinstruksikan suara anonim dari mikrofon. Tubuhnya tak bisa membebaskan diri dari instruksi itu. Pengamat dari Australian National University, Virginia Matheson Hooker, pernah menjelaskan bahwa retorika pidato Orde Baru adalah impersonal, antidialog, menekankan citra stabilitas dengan pengulangan kosakata tertentu secara terencana dan konsisten. Dalam pertunjukan Kaspar, suara anonim dari loudspeaker itu dibuat Rachman terus-menerus mencecarkan perintah yang berulang-ulang. ”Saat saya pentaskan di Jerman, beberapa penonton kaget.

Mereka bilang sebelumnya pernah melihat pementasan Kaspar. Tapi tafsirnya mengarah ke kelucuan-kelucuan.” Sepanjang Orde Baru, Rachman kemudian kita lihat semakin mengolah idiom tubuh dan daya tahan terhadap kesakitan dan ancaman. Pertunjukan Merah Bolong Putih Doblong Hitam adalah karya monumentalnya yang lain. Karya ini terus-menerus dimainkan, hingga terakhir tahun lalu dipentaskan di Seattle, Amerika Serikat.

Sejak menit awal sampai akhir, panggung diisi oleh batu-batu berayun yang nyaris mengenai tubuh para aktor. Hujan kerikil jatuh dari langit. Pertunjukan ini terasa sekali ingin membagi rasa sakit, kecemasan, dan kekhawatiran kepada penonton. Lalu sepanjang Orde Baru itu Rachman juga intens mengolah atribut dan lambang lembaga peradilan dan militer, dua lembaga yang mencerminkan kekerasan.

Banyak Plihan Meski Harga Naik

Pembangunan kawasan perumahan di Makassar berkembang pesat, sehingga menghasilkan banyak pilihan bagi masyarakat. Di kisaran berapakah harga rumah di Makassar saat ini? Daerah mana sajakah yang paling diminati?

Baca juga : Harga genset Yanmar

Berdasarkan survei di lapangan, harga rumah bervariasi mulai dari Rp100 juta sampai yang tertinggi Rp1 milyar lebih. Harga tanah yang semakin mahal di Makassar menjadi penyebab tingginya harga rumah. Gambaran semakin mahalnya harga tanah di Makassar diperoleh dari pernyataan sejumlah pengembang perumahan, pelaku properti, hinggga agen properti, sejak akhir pekan lalu.

Wakil ketua Bidang hubungan Masyarakat, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estatie (REI) Sulsel, Simon Rahman mengatakan bahwa harga tanah di kota ini semakin tinggi. Rata-rata kenaikan reguler mencapai 20% setiap tahunnya. Bahkan, kenaikan harga di sejumlah kawasan yang dulunya “pinggiran” kota bisa mencapai 100%.

Sedangkan lahan properti termahal saat ini di Makassar di Jl. Sudirman dan Jl. Ahmad Yani, yang dikatakan sebagai kawasan “emas” dibanderol Rp35 juta-Rp40 juta per meter persegi. Meski harga rumah tertinggi di kawasan “emas” dan kawasan berkembang bisa mencapai Rp5,2 milyar (460m²), namun tetap tersedia pilihan untuk kocek yang terbatas. Berikut daftar beberapa rumah yang dijual di Makassar dan sekitarnya.

Kawasan “Emas” Tanjung Bunga Lokasi: Jl. Metro Tanjung Bunga. Berada di kawasan Pantai Losari, Pantai Akkarena hingga pesisir Barombong. Transportasi: – Akses jalan 4 jalur ke Jl.Penghibur dan perbatasan Takalar, Pusat Kota Makassar. – Jalur transportasi Bus Trans Mamminasata -Sekitar 5 menit dari akses angkutan kota (petepete) Pengembang yang ada di daerah ini: PT Gowa Makasasa Tourism Development (GMTD)/ Lipoo Group, Rancang Komunika Mandiri (RKM), Basowa Properti. Fasilitas Kawasan: Masjid, kawasan wisata, pusat pendidikan (sekolah dan universitas), hotel, rumah sakit. Selain Tanjung Bunga, ada 2 kawasan lagi di Makassar yang dapat digolongkan sebagai kawasan emas yaitu Hertasning Baru-Jl Tun Abdul Razak dan kawasan di Jl. Boulevard Panakkukang yang merupakan kawasan apartemen.

Kawasan Berkembang 1. Samata, Gowa, yang ada di terusan Jl. Hertasning Baru-Jl. Tun Abdul Razak. 2. Pattalassang, Gowa, yang diproyeksikan menjadi kota satelit. Pemkab Gowa berencana memindahkan ibu kota di kawasan ini. Ada di Jl. Hertasning Baru-Jl tun Abdul Razak. 3. Moncongloe, Maros, tembus Jl. Antang-Bumi Tamalanrea Permai (Jl. Perintis Kemerdekaan)-Jl Pattalassang. 4. Barombong, Makassar, terusan Tanjung Bunga, perbatasan Makassar-Takalar

Perusahaan Luhut Binsar Pandjaitan

D Icil di depan kolam re nang rumahnya di ka wasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Mente ri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan dalam ruang tamu ke- – – – Luhut Binsar Pandjaitan menerima tim investigasi Tempo, Kamis pagi pekan lalu. Dia mengaku tak mengenal Mayfair International Ltd, perusahaan cangkang di negara tax haven Republik Seychelles, Afrika Timur, meski namanya tercatat sebagai satusatunya direktur. Wawancara berlangsung selama 50 menit. Luhut, 68 tahun, didampingi sejumlah anggota staf dan direksi perusahaannya, termasuk Direktur Keuangan Toba Sejahtra Catherine Warouw dan Presiden Direktur PT Kartanegara Energi Perkasa Bambang Irawan. Kadang suaranya meninggi saat menjawab pertanyaan mengenai Mayfair. Pada saat lain, misalnya ketika menceritakan riwayat bisnisnya dengan Presiden Joko Widodo yang dimulai pada 2009, nada suara purnawirawan jenderal TNI ini melunak riang. Kalau Luhut ke Solo, Jokowi, yang ketika itu wali kota, menjemputnya sendiri tanpa sopir dan pengawal. ”Saya dulu panggil beliau ’Situ’, sekarang ’Pak Presiden’,” katanya, terbahak. Nama Anda tercatat dalam Panama Papers sebagai Direktur Mayfair International Ltd. Alamat perusahaannya di Indonesia, Jalan Mega Kuningan Barat III Nomor 11. Saya belum pernah dengar.

Saya suruh semua anggota staf saya mengecek sepanjang hari kemarin. Kami tak pernah punya Mayfair. Rumah ini nomor 18. Benarkah Anda mendaftarkan perusahaan itu pada 2006? Saya tidak punya duit pada 2006. Saya baru punya duit pada 2010, sewaktu harga batu bara melonjak. Ngapain bikin perusahaan begitu? Sebagai perwira, saya ajari dan perintahkan pegawai saya agar semua kewajiban dipenuhi. Makanya, kami bayar pajak pada 2010-2015 sekitar US$ 300 juta. Kami mendapat penghargaan. (Seorang anggota stafnya memperlihatkan piagam penghargaan dari Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Pusat untuk PT Adimitra Baratama Nusantara, perusahaan milik Luhut.) Kenapa tidak memasukkan perusahaan ini ke laporan kekayaan? Ya, memang tidak ada. Tidak ada uangnya juga. Ngapain saya masukin? Pemegang saham Mayfair ada dua perusahaan, PT Persada Inti Energi dan PT Buana Inti Energi…. Buana Inti Energi memang berafiliasi dengan perusahaan kami. Tapi Persada saya tidak tahu. Anda juga tidak mengenal PT Pelita Buana Karya dan Elizabeth Prasetyo Utomo yang tercatat sebagai pemilik Persada? Elizabeth ini direktur finance saya dulu. Pada 2008, saya minta dia resign karena tidak cocok dengan apa yang kami bangun, keterbukaan dalam perusahaan. Kami putus hubungan. (Elizabeth tak merespons permintaan wawancara Tempo.) Persada ikut dalam konsorsium yang menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap II di Kalimantan Barat yang bermasalah…. Kami tidak masuk ke situ. Itu bukan grup kami. Buana Inti Energi adalah pemegang saham terbesar Mayfair. Sebenarnya, kalau you telusuri, enggak ada trading-nya itu. Buana belum jalan, kok. Dulu mau bergerak di perkebunan karet di Kutai Kartanegara, tapi harga karet turun. Profit dari batu bara juga turun. Saya suruh hentikan saja. Kami kehilangan Rp 10 miliar dari situ. Tapi usaha Anda yang lain menguntungkan? Kalau orang bilang saya hebat, saya tidak merasa hebat. Semula saya pikir untung US$ 1 atau US$ 2 saja sudah lumayan. Tibatiba saja harga batu bara meledak, US$ 30, ada juga yang US$ 40. Itu hands of God. Anda berbisnis setelah pensiun dari TNI? Iya, dong. Saya bikin perusahaan pertama kali pada 2004. Alasannya sederhana saja, supaya sekolah saya hidup.

Sejak 2001 sampai hari ini, saya subsidi sekolah itu Rp 30 miliar per tahun. (Luhut memiliki sekolah dan Universitas Del di Sumatera Utara.) Anda pernah membuat perusahaan di luar negeri? Saya tidak tahu. Bambang: Model ini memang sering dipakai untuk bisnis, tapi tidak kami pakai. Catherine: Bisa dilihat ada atau tidak transaksinya. Kalau punya catatan rekeningnya, kan, bisa dilihat apa yang bisa disembunyikan atau dimanipulasi. Kalau ada aktivitas, tentu harus melapor ke Direktorat Jenderal Pajak. Kabarnya, Anda melibatkan cukup banyak purnawirawan TNI dalam berbisnis? Ya, saya beruntung. Mereka itu setelah pensiun kan tidak ada kegiatan apa-apa, makanya saya ajak. Bisnis Anda dengan Presiden Jokowi masih berlanjut? Rakabumi Sejahtra. Waktu itu, Pak Jokowi masih jadi Wali Kota Solo. Sekarang makin bagus. Ekspornya makin naik. Untungnya besar? Tidak usah ditulislah. Itu rahasia perusahaan. Pak Jokowi itu sederhana dari dulu. Dia sudah happy dengan untung segitu.

Luhut Binsar Pandjaitan

Kota-Bunga.net D UA 41 dan 23 menjulang ke angkasa di kawasan Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Berdi ri di atas lahan seluas 1,7 hektare, dua menara itu gedung berlantai – belum tuntas dibangun. Kamis pekan lalu, beberapa buruh tampak sibuk memasang dinding bangunan. Gedung tersebut bakal menjadi kantor PT Toba Sejahtra, perahu induk bisnis moncer Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Dari rumah Luhut di Jalan Mega Kuningan Barat III Nomor 18, Jakarta Selatan, dua bangunan itu jelas terlihat. Jaraknya hanya 200 meter. Luhut mendirikan Toba Sejahtra pada 2004. Dalam satu dasawarsa, Toba beranak-pinak menjadi 16 anak perusahaan. Kepada Tempo, Luhut mengaku membesarkan Toba untuk menghidupi Institut Teknologi Del, yang dibangunnya pada 2001. Sekolah calon insinyur ini berdiri megah di tepi Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, tempat kelahiran Luhut. ”Saya subsidi sampai hari ini, Rp 30 miliar setahun,” kata Luhut di rumahnya, Kamis pekan lalu. Toba bergerak di setidaknya empat sektor usaha: pertambangan batu bara, minyak dan gas, pembangkit listrik, serta perkebunan. Semua area konsesi tambang batu bara grup Toba berada di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di mata rekan-rekannya, Luhut memang dikenal cekatan berbisnis. ”Dia jalan, blek, (jadi) uang deh,” ujar seorang kawan baiknya sambil tertawa. Luhut juga dikenal setia kawan, selalu ingat kepada sahabatnya di dinas militer. Tak aneh jika kini sejumlah pensiunan jenderal TNI bekerja di Toba. Empat di antaranya adalah mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Johny Lumintang, mantan Panglima Kodam Udayana Sintong Panjaitan, Sumardi, dan Agus Widjojo—Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional yang dilantik Presiden Joko Widodo dua pekan lalu. Semua kini menjadi petinggi di perusahaan Luhut. ”Saya bergabung dengan Pak Luhut pada Mei 2005,” kata Sumardi, Kamis pekan lalu. Sumardi adalah Chief Executive Officer Toba Sejahtra. Dia berkantor di lantai 17 Wisma Bakrie 2, Jalan Hajah Rangkayo Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Di sana, Luhut menyewa beberapa lantai sebagai kantor usaha. Sumardi membenarkan kabar bahwa beberapa kursi komisaris di grup Toba diisi purnawirawan tentara. Dihubungi terpisah, Agus Widjojo mengaku dipercaya mengurus lembaga kajian milik Luhut. ”Ini (lembaga) tidak ikut dalam politik praktis,” ujarnya. Ketika ditanyai soal ini, Luhut mengakui mengajak sahabat-sahabatnya berkecimpung di Toba karena, ”Setelah pensiun, (mereka) tidak ada kegiatan apa-apa.” Yang jelas, peruntungan bisnis Luhut memang luar biasa. Dalam waktu 14 tahun, harta kekayaan mantan Duta Besar Indonesia di Singapura ini naik berlipat-lipat. Pada 2001, sesuai dengan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Luhut memiliki aset senilai Rp 7,1 miliar dan US$ 295 ribu. Empat belas tahun kemudian, pada 2015, nilai kekayaan mantan Komandan Pendidikan dan Pelatihan TNI Angkatan Darat ini melonjak tajam menjadi Rp 660 miliar. Luhut berdalih, nilai hartanya meningkat drastis karena terjadi kenaikan harga batu bara pada 2010. Padahal, kata dia, sebelum tahun itu, ia tak memiliki uang. ”Kalau orang bilang saya hebat, saya tidak merasa hebat,” ujarnya kalem. Yang menarik, dari dokumen yang diperoleh Tempo, separuh harta Luhut tersebar di luar grup Toba. Sebagian berserak di enam perusahaan milik grup Bakrie. Keenam firma itu adalah Bakrie & Brothers, Bakrie Sumatera Plantations, Bakrie Telecom, Bakrieland Development, Energi Mega Persada, dan PT Bumi Resources.

Nilai kepemilikan saham Luhut di enam perseroan ini mencapai Rp 98 miliar. Semua saham itu dibeli hampir bersamaan: pada 2013. Selain di grup Bakrie, saham Luhut ditemukan di empat perseroan lain, di luar grup Toba miliknya. Keempat perusahaan itu adalah PT Del Bejana Utama, PT Mitraguna Primajaya, PT Frime Fields Indonesia, dan PT Rimba Etam Lestari. Soal kepemilikannya di grup Bakrie, Luhut menampik kabar bahwa dia memborong saham Aburizal di Bumi Resources tiga tahun lalu. ”Itu saham publik,” ujarnya. Juru bicara keluarga Aburizal, Lalu Mara Satriawangsa, membenarkan. Menurut dia, semua saham perusahaan Bakrie itu bersifat terbuka sehingga siapa pun bisa membelinya di bursa. ”Anda juga bisa beli. Sekarang harganya 50 perak per lembar,” kata Lalu Mara. Fakta bahwa Luhut membeli saham grup Bakrie sebenarnya tidak terlampau mengejutkan. Keduanya punya sejarah panjang bersama. Lalu Mara bercerita bahwa Aburizal sudah mengenal Luhut ketika bosnya itu baru merintis usaha, pada 1975. Kala itu, Luhut masih berpangkat letnan satu. Persahabatan personal dan kongsi dagang keduanya berlanjut ke dunia politik. Politikus senior Partai Golkar, Leo Nababan, mengatakan, ketika Aburizal terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Golkar periode 2009-2014 di Riau, dia langsung mengajak Luhut bergabung.

Luhut diberi posisi sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Golkar. Lalu Mara membenarkan cerita Leo: ”Memang betul.” Kedekatan Luhut-Bakrie sedikit retak pada pemilihan umum presiden 2014. Kedua kolega ini memilih opsi politik yang berseberangan. Luhut mendukung Joko Widodo, calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, sedangkan Aburizal all-out mendukung Prabowo Subianto, kandidat yang diusung Partai Gerindra. Akibat perbedaan pilihan itu, Luhut lalu mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar. Bagi Luhut, Jokowi memang punya arti khusus. Keduanya berkenalan ketika Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo (2005- 2012). Ketika itu, anak perusahaan grup Toba, PT Adimitra Lestari, berencana menjual kayu gelondongan setelah mendapat hak pengelolaan hutan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Luhut lalu menugasi Direktur Utama PT Adimitra, Bambang Supriambodo, mencari mitra bisnis yang bisa mengelola kayu. ”Seminggu kemudian, dia datang ke saya. Ada Pak, teman sekolah saya, sekarang Wali Kota Solo,” ujar Luhut menirukan ucapan Bambang ketika itu. Kepada Tempo, Bambang membenarkan kisah Luhut. Bambang mengaku dialah yang menjemput Jokowi dan membawanya ke Wisma Bakrie 2 di Kuningan, Jakarta Selatan, untuk menemui Luhut. ”Saya tawarkan ke Pak Luhut, ternyata beliau berminat,” kata Bambang. Singkat cerita, pada 2007 itu Luhut dan Jokowi sepakat berkongsi usaha dan mendirikan perusahaan pengolah kayu: PT Rakabumi Sejahtra. Komposisi sahamnya, 51 persen dipegang oleh keluarga Jokowi dan 49 persen oleh Luhut. ”Sekarang makin bagus, ekspornya makin baik,” ujar Luhut. Kerja sama bisnis ini berlanjut ke urusan politik. Luhut mengaku mengamati dengan penuh perhatian bagaimana Jokowi menjadi semakin populer di Solo. Menjelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada 2012, Luhut mendekati Jokowi dan menawarinya menjadi calon Gubernur Jakarta.

Insting politik Luhut terbukti. Ketenaran Jokowi menjadi senjata ampuh mengalahkan kandidat inkumben Fauzi Bowo di Ibu Kota. Kemenangan ini membuat Luhut makin yakin pada elektabilitas Jokowi. ”Begitu menang pilkada, saya bilang, ’Siap-siaplah jadi calon presiden’,” ucapnya. Begitu pemilihan presiden bergulir, jejaring Luhut pun bekerja. Dia menjadi penyokong utama Jokowi di barisan tim relawan. Selain membiayai beberapa kali survei, Luhut membentuk tim Bravo, kelompok relawan yang beranggotakan pensiunan tentara, seperti Fachrul Razi, Suaidi Marasabessy, dan Agus Widjojo. ”Saya ada di tim kajian dan pelatihan kader,” ujar Agus Widjojo membenarkan. Selebihnya adalah sejarah. Dengan sokongan penuh para relawan dan mesin politik sejumlah partai, Jokowi meraih suara lebih banyak daripada Prabowo pada pemilihan langsung Juli 2014. Setelah dilantik menjadi presiden, Jokowi meminta Luhut menjadi Kepala Staf Kepresidenan alias menempati posisi pembantu terdekat RI-1 di Istana. Di sini, tugas utama Luhut adalah mendukung penuh Presiden dalam mengendalikan program-program prioritas nasional, komunikasi politik, serta pengelolaan isu strategis. Ia juga ditugasi menjadi juru lobi ke partai-partai koalisi pendukung Prabowo untuk memuluskan jalannya kebijakan pemerintah. Pada 2015, saat Jokowi menargetkan kenaikan pendapatan di sektor pajak, Luhut bergerak cepat. Ia menugasi anggota tim ekonominya, Septian Hario Seto, melakukan beberapa kajian.

”Kami beberapa kali menggelar rapat dengan pengusaha dan Dirjen Pajak,” kata Seto. Hasil kajian itu adalah draf Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak (tax amnesty). Bisa dibilang, rancangan regulasi itu adalah buah kerja keras Luhut dan timnya. Karena itulah, walau diangkat menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan pada Agustus tahun lalu, Luhut tetap menjadi dirigen utama tim Jokowi untuk mengegolkan RUU Pengampunan Pajak di Senayan. ”Kami rapat beberapa kali di Polhukam,” ujar Luhut. Dia yakin Dewan Perwakilan Rakyat akan mengesahkan RUU itu secepatnya. ”Bisa Rabu pekan ini,” katanya. Jika keyakinan ini benar, sekali lagi, insting politik dan jejaring pengaruh Luhut terbukti ampuh.

Penggeledahan Markas Polisi Dipersulit

Markas Besar Kepolisian Republik Indo nesia mengeluarkan edaran terkait dengan penggeledahan di ling kungan markas dan pemeriksaan polisi oleh lembaga penegak hukum lain. Surat yang diteken Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri Inspektur Jenderal Idham Aziz tersebut meminta pemeriksaan harus mendapat izin Kepala Polri. ”Telegram ini tidak ada dasar hukum dan seperti menghalangi upaya penegak hukum lain,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho, Senin pekan lalu.

Dia khawatir surat tersebut menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum karena lembaga lain bisa membuat kebijakan serupa. ”Nanti institusi lain kalau mau digeledah harus minta izin pimpinannya dulu,” ujarnya. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M. Syarif enggan berkomentar banyak menanggapi telegram tersebut. Dia mengatakan lembaganya tidak dalam posisi setuju atau tidak setuju. ”Itu telegram internal Polri,” kata Syarif.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian membantah kabar bahwa surat tersebut untuk penegak hukum lain, seperti KPK, kejaksaan, dan pengadilan. Menurut dia, surat tersebut ditujukan untuk kalangan internal kepolisian. Tujuannya, ”Agar yang dipanggil memberi tahu atasannya,” ujar Tito. Tito enggan merespons soal desakan agar surat tersebut dicabut. Menurut dia, atasan perlu tahu jika ada anggotanya dipanggil penegak hukum lain. Selain itu, Tito mengatakan tujuan surat tersebut adalah agar kepolisian bisa mendampingi jika anggotanya dipanggil penegak hukum lain.

Supplier Jual Genset Surabaya Yang Terpercaya untuk Kemajuan Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi di kota Surabaya dipengaruhi oleh banyaknya pelaku usaha yang bergerak. Semakin banyaknya pelaku usaha besar, menengah dan kecil yang ada maka ekonomi akan semakin berjalan pesat. Karena itulah sangat penting sekali kerjasama antara pemerintah dan pelaku usaha. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha tentunya makin banyak lapangan pekerjaan. Hal ini akan memberikan dampak yang positif terhadap angka pengangguran.

Perekonomian di sektor wisata merupakan salah satu contohnya, dengan adanya tempat wisata tentunya meningkat pula tingkat okupansi hotel. Hotel hotel yang berbintang dengan gedung yang menjulang tinggi memiliki banyak kamar dengan beragam fasilitas hotel yang modern. Tak hanya itu saja, persewaan tempat untuk acara kantor ataupun acara perayaan tak jarang dilakukan di dalam hotel. Karena selain untuk tempat menginap hotel juga menyediakan ruang untuk berbagai kepentingan tersebut.

Agar tetap dapat beroperasi tentunya semua gedung ataupun ruko pelaku usaha membutuhkan suplai listrik yang stabil. Karena apabila suplai listrik terganggu akan mengakibatkan terhentinya kegiatan perekonomian. Hal ini bisa mengakibatkan lumpuhnya perekonomian yang sedang bertumbuh.

Oleh karena itu penting adanya sebuah genset sebagai sumber listrik alterntif untuk gedung dan kantor tersebut. Genset merupakan alat berat yang berguna ketika suplai listrik dari PLN sedang terganggu. Tak hanya itu saja, genset juga sering dipakai ketika sedang menjalankan sebuah proyek pembangunan gedung ataupun berbaikan.

Harga genset yang murah namun dengan kualitas yang terbaik dapat dipesan melalui supplier Jual genset Surabaya yang terpercaya. Karena dengan memesannya disana akan mendapatkan berbagai macam keuntungan. Seperti harga genset yang dapat dinegosiasikan, kapasitas genset yang beragam sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap gedung. Selain itu barang yang ready stock dan beragaransi resmi.

Untuk itulah PT Rajawali Diesel menyediakan genset untuk kota Surabaya yang berkualitas sebagai pendukung bergerak dan berkembangnya perekonomian di kota tersebut. Dengan demikian permasalahan suplai listrik dapat diatasi dengan baik dan tidak menjadi kekhawatiran ketika suplai listrik dari PLN sedang terganggu.