Blue Ocean Strategy Ecopreneurship!

Blue Ocean Strategy atau Strategi Samudera Biru adalah sebuah strategi yang mencari suatu peluang bisnis yang tidak dilakukan dan dijalankan oleh kebanyakan pihak yang akhirnya menjadi pesaing potensial, sehingga mereka yang menjalankannya tidak perlu berdarah-darah dalam memenangkan persaingan yang serba ketat, dan cenderung kejam.

Baca juga : kursus SEO Terbaik

Kondisi habis-habisan, inilah yang diistilahkan sebagai Red Ocean atau Samudera Merah. Bila seorang pelaku bisnis berdarah-darah karena harus bersaing secara masuk ke dalam persaingan seperti ini, langkah-langkah bisnis yang mereka lakukan menjadi kurang produktif. Kenapa? Karena kondisi seperti ini menciptakan kegiatan yang saling menjatuhkan, saling serang, dan biasanya terjadi perang harga.

Sedangkan dalam sebuah Blue Ocean, persaingan seperti itu nyaris tidak ada lagi. Atau sejatinya tidak diperlukan lagi. Pasalnya, dalam strategi tersebut, si pebisnis melakukan berbagai hal kreatif dan inovatif dengan menciptakan sesuatu yang tidak dilakukan oleh para pesaingnya. Sehingga pebisnis yang melakukan strategi ini bisa keluar sebagai “pemenang” dalam persaingan bisnisnya. Ada empat hal utama yang biasa dilakukan dalam Blue Ocean Strategy, yaitu:

• Addition: Meningkatkan dan menambah berbagai hal yang tidak ada atau tidak tersedia pada produk pesaing. • Reduce: Mengurangi hal-hal yang dianggap tidak perlu pada produk pesaing sehingga membuat produk baru ini lebih efi sien dan tentunya menjadi lebih ekonomis. • Eliminate: Menghilangkan hal-hal yang akan membuat produk menjadi terlalu membebani.

• Change: Menciptakan dengan mengganti dan mengubah beberapa hal agar produk lebih istimewa Di sisi lain, isu mengenai lingkungan yang rusak, air tanah yang tercemar dan terkontaminasi, polusi udara yang makin mengkhawatirkan dan bumi yang sudah semakin menderita, saat ini menjadi sorotan masyarakat dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Bukan hanya bumi dan lingkungannya yang teran cam akibat aktivitas penyampahan yang berlebihan dan peng gunaan bahan-bahan kimia tidak terkontrol, tetapi juga sudah sangat berpengaruh kepada kesehatan manusia yang terpapar baik langsung maupun tidak langsung.

Di negara-negara maju, tuntutan mengenai penyelamatan bumi dari pembebanan yang berlebihan sudah semakin tegas. Sehingga sudah semakin banyak masyarakat dunia yang jauh lebih menghargai produk-produk yang lebih ramah terhadap lingkungan dan lebih memperhatikan pelestarian ekosistem. Bergerak dari kondisi di atas, terlahirlah ecopreneurship.

Pemerintah Harus Lindungi Industri Lokal Bagian 2

Mereka pasti akan berguguran jika asing boleh masuk dengan leluasa dan bekerja sama dengan pengusaha lokal bukan lagi berdasarkan kemitraan namun boleh menguasai 49 persen saham. Porsi asing di dua bidang usaha lain dikurangi, jasa sistem komunikasi data dikurangi dari 95 persen menjadi 49 persen dan jasa interkoneksi internet dari 65 persen menjadi hanya 49 persen.

Pemberian porsi paling tinggi untuk asing, sampai 95 persen, ada pada pembentukan lembaga penguji an perangkat telekomunika si. Peluang yang tetap ditutup untuk asing adalah kepemilikan menara, harus 100 persen lokal. Meskipun kenyataannya operator dengan mayoritas modal asing, PT XL Axiata dan PT Indosat, tetap menguasai menara-menara mereka, sementara PT Telkomsel sudah menjual atau menyerahkan menara mereka kepada PT Dayamitra (Mitratel), anak usaha PT Telkom.

Pemerintah Harus Lindungi Industri Lokal

PERATURAN Pemerintah (PP) No 39 tahun 2014 tentang DNI (daftar negatif investasi) yang mengubah besaran porsi asing di sektor telekomunikasi, pada sebagiannya masih menimbulkan kekecewaan. Tidak hanya di kalangan para praktisi, pemain dan operator yang kecewa, tetapi juga pemerintah. Masalahnya, sektor telekomunikasi memang menjadi semakin terbuka untuk investasi asing, namun harus juga diperhatikan industri lokal yang pertumbuhannya harus juga dijaga.

Baca juga : Harga iPhone

Meski diakui sebelum PP ini diterbitkan sudah dilakukan koordinasi antara Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) dengan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Menkominfo Tifatul Sembiring menurut beberapa media tetap akan menyurati Kepala BKPM. Menurut Tifatul, industri yang terbuka akan menguatkan kompetisi, namun tetap saja sektor yang dapat dikerjakan oleh pengusaha dalam negeri harus dilindungi. Beberapa keberatan, misalnya penyelenggaraan jaringan tetap (fxed line) yang dari semula porsi asing hanya 49 persen, lewat PP tadi berkembang menjadi 65 persen.

Secara teoritis, menurut Dirut PT Telkom Arief Yahya, peningkatan porsi asing ini akan mengancam dominasi BUMN yang menguasai 90 persen bisnis ini yang hanya memiliki satu pesaing, PT Indosat. Arief yakin PT Telkom tetap akan mendominasi bisnis ini, karena sejauh ini ia belum pernah mendengar ada investor asing tertarik. Sementara menurut Kepala BKPM Mahendra Siregar, kebijakan menaikkan porsi asing ini karena masih diperlukan banyak kucuran investasi di pembangunan jaringan tetap.

Katanya kepada media, porsi asing lebih besar di sini diharapkan akan meningkatkan kualitas akses layanan telekomu nikasi. Selain jaringan tetap, PP 39/2014 juga mengatur porsi asing di penyedia konten, dari pola kemitraan menjadi 49 persen, suatu hal yang dianggap para pelaku industri ini akan mengancam kehidupan para penyedia konten lokal.

Para penyedia konten lokal umumnya bermodal kecil yang akan berguguran jika asing bisa masuk dengan porsi yang memikat, karena asing akan kuat di pemasaran produk, hal yang tidak terlalu tertangani pihak lokal yang kurang modal. Pengusaha yang agaknya khawatir serangan pemodal asing adalah pengusaha jual-beli on line yang bermodal kecil.

Melati Menafsir Macbeth

Melati suryodarmo, seniman performance, membuka perhelatan indonesian dance festival di jakarta pada november lalu dengan pentas berjudul tomorrow, as purposed. Judul ini diambil dari kata-kata seorang penyihir dalam lakon macbeth karya shakespeare. Melati menghadirkan iringan paduan suara voca erudita dari universitas sebelas maret, surakarta.

Kor ini tak hanya berdiri statis, tapi ikut dalam bagian pertunjukan. Paduan suara ini menjadi metafora bagi para cenayang yang menujum nasib macbeth. Melati berani melakukan lintas batas disiplin seni. Pertunjukannya menggabungkan tari, teater, dan paduan suara. Ia menciptakan macbeth dengan bahasanya sendiri.

Lelaki Harimau Di Booker Prize

Lewat novel lelaki harimau, eka kurniawan masuk nominasi the man booker international prize 2016 dari lembaga the man booker prize, inggris, april lalu. Karya eka masuk 13 besar dari 155 buku. Eka bersanding dengan nama besar seperti han kang (korea selatan) dan orhan pamuk (turki). Novel yang sama membawa eka meraih penghargaan emerging voices kategori fiksi dari financial times dan oppenheimerfunds yang diumumkan di new york, amerika serikat, september lalu.

Eka mengalahkan novelis kenamaan asal cina, yua hua dan yan lianke. Dengan debut lewat novel cantik itu luka (2002), eka mulai dikenal setelah buku keduanya, lelaki harimau, terbit dalam bahasa inggris. Kini lelaki harimau sudah diterjemahkan ke lima bahasa dan cantik itu luka ke 24 bahasa.

Prenjak Menang di Cannes

WREGAS Bhanuteja, 23 tahun, memenangi penghargaan flm pendek terbaik dalam Pekan Kritikus Internasional yang digelar bersama Festival Film Cannes 2016 di Prancis, akhir Mei lalu. Lewat flm berdurasi 12 menit, Prenjak (In the Year of Monkey), Wregas pulang membawa Leica Cine Discovery Prize sebesar 4.000 euro. Prestasi ini merupakan yang pertama bagi sineas Indonesia.

Sebelum membuat Prenjak, Wregas membuat sejumlah karya: Senyawa, Lemantun, Lembusura, dan Floating Chopin. Dua flm yang terakhir berlaga di Festival Film Berlin 2015 dan Festival Film Hong Kong 2016. Hampir semua flm Wregas berlatar belakang kampung halamannya: Yogyakarta.

Djaduk dan Wabah Jazz Kampung

Tahun ini begitu banyak festival jazz yang digelar di berbagai tempat yang tak lazim, dari gunung sampai candi. Bisa disebut ini wabah yang ditularkan Djaduk Ferianto. Bermula dari Jazz Gunung yang diselenggarakan Djaduk di Bromo dan Ngayogjazz yang dilakukan di kampung-kampung Yogyakarta, kini festival jazz semakin merambah ke lokasi-lokasi lain.

Dari tepi sungai (Musi Jazz Sriwijaya Festival, Mahakam Jazz Festival Fiesta), pantai (Banyuwangi Beach Festival, Bunaken Jazz Festival), hingga candi (Prambanan Jazz, Jazz Majapahit). Bagi Djaduk, jazz bukan musik elitis, yang hanya bisa dinikmati segelintir orang, melainkan musik milik publik, yang bisa bersentuhan dengan alam dan tradisi.

Pusat Kegiatan Stimulasi Untuk Bayi

“Di tempat ini, bayi akan menemukan kegiatan yang bermanfaat untuk perkembangannya, sementara orangtua akan mendapatkan informasi tentang cara-cara menstimulasi bayi,” papar Ririen Wiropranoto, Kepala Sekolah Molome Dalome Early Childhood Learning Center, Jumat (15/5) di sekolah yang terletak di Pertokoan Rich Palace, Jakarta Barat ini.

Molome Dalome adalah pusat kegiatan stimulasi bayi berumur 6—24 bulan. Molome Dalome merupakan singkatan dari kata Mommy loves me, Daddy loves me. Slogan pusat stimulasi ini adalah Mommy is my best friend, Daddy is my hero. Molome Dalome bukan sekolah bayi, namun pusat ke giatan stimulasi untuk bayi dan anak. Caracara yang dilakukan untuk menstimulasi bayi dan anak, mi salnya, dengan menggunakan flash card, lagu-lagu, menari, merangkak, bermain, gym, dan sebagainya.

Lomba Balita Di Puskesmas

sat-jakarta.com – Puskesmas Jurang Mangu menggelar lomba Balita Sehat 2015. Dengan tema “Ciptakan Generasi Bangsa Yang Sehat Dan Berkualitas”, puluhan bayi dan balita beserta orangtuanya antusias mengikuti lomba yang digelar di halaman Puskesmas Jurang Mangu, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (23/05) lalu. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Jurang Mangu, Bidan Dyah Astuti mengatakan, sekitar 130 anak yang menjadi peserta merupakan perwakilan dari 50 Posyandu di lingkungan puskemas.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Peserta lomba dibagi dalam dua kategori. Pertama, kategori balita usia 6—12 bulan, lalu ka tegori 13— 24 bulan. Kriteria penilaian juri, adalah pengukuran fi sik peserta lomba, kepatuhan pada hak-hak anak semisal kepemilikan akta kelahiran dan kartu menuju sehat, pemahaman dan penerapan gizi di keluarga, penilaian kesehatan ibu, pemeriksaan gigi balita, pemantauan grafi k tumbuh-kembang balita, kunjungan rutin ke puskesmas, kepatuhan pada jadwal imunisasi, dan pemeriksaan psikologi.

“Lomba balita sehat ini bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat yang berkualitas dan produktif, sehingga tercipta generasi penerus yang andal bagi pemba ngunan ke depan. Lomba ini juga mendorong posyandu untuk melaksanakan aktivitasnya dengan rutin dan benar. Nantinya, pemenang di tingkat puskesmas dari tiap kategori ini akan dikirim ke tingkat kabupaten dan seterusnya.

Kami berharap, peserta dari sini bisa lolos hingga ke tingkat provinsi, bahkan nasional,” kata Dyah. Pemenang di tingkat puskesmas mendapat piagam penghargaan, piala, serta berbagai macam hadiah dari sponsor. Lomba seperti ini sudah tiga kali dilakukan di Puskesmas Jurang Mangu. Tabloid nakita sebagai sponsor ikut berpartisipasi dengan memberikan goodie bag bagi semua orangtua yang hadir.

Pusat Kegiatan Stimulasi Untuk Bayi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Glenn Doman, otak bayi berkembang dengan sangat cepat saat diberikan stimulus dan kesempatan untuk bergerak. Oleh sebab itu, semakin awal stimulasi diberikan pada bayi, semakin baik perkembangan otaknya. Untuk membantu orangtua menstimulasi bayinya, kini hadir Molome Dalome Early Childhood Learning Center.

Kue Bugis Ubi Ungu Untuk 20 porsi ala Catering Sehat Jakarta

Stoica.id – Kue Bugis Ubi Ungu Untuk 20 porsi ala Catering Sehat Jakarta

Bahan Kulit: 100 gr ubi ungu, kukus, haluskan 150 gr tepung ketan putih 2 tts pewarna ungu 1/4 sdt garam 30 gr gula pasir 2 sdm minyak goreng 150 ml santan hangat, dari 1/4 btr kelapa

Bahan Isi: 100 gr kelapa parut kasar 100 gr gula merah 50 ml air 1 lbr daun pandan, ikat simpul

Bahan Kuah: 500 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 1 lbr daun pandan, ikat 1/2 sdt garam 1 sdt gula pasir 2 sdm tepung beras 1 sdm maizena

Cara Membuat: 1. Kuah, campur santan, daun pandan, garam, gula pasir, tepung beras, dan maizena. Aduk rata. Masak sambil diaduk sampai meletup letup. 2. Isi, aduk rata bahan isi. Masak sambil diaduk sampai kalis. Angkat. Bentuk bola-bola. 3. Kulit, campur tepung ketan putih, pewarna ungu, ubi ungu, gula pasir, dan garam. Lalu Aduk rata. Dan Tambahkan minyak goreng. Dan Aduk rata lagi. Tuang santan hangat sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. 4. Ambil sedikit adonan kulit. Pipihkan. Beri isi. Bentuk bola-bola. Kukus di atas api kecil 19 menit, sambil sesekali dibuka sampai matang. Angkat dan sisihkan. 5. Sajikan bugis dengan siraman kuah.

Pia Ubi Ungu Untuk 16 porsi

Bahan Kulit Luar: 150 gr tepung terigu protein tinggi 100 gr tepung terigu protein sedang 100 gr tepung terigu protein rendah 25 gr gula tepung 1/4 sdt garam 80 gr air 75 gr margarin

Bahan Kulit Dalam: 210 gr tepung terigu protein sedang 140 gr margarin 100 gr tepung terigu protein rendah 5 tts pewarna ungu B

ahan Isi: 200 gr ubi ungu, kukus, haluskan 30 gr gula tepung 50 gr santan kental instan 100 ml air 1/2 sdt garam 1 lbr daun pandan 125 gr air 75 gr gula pasir 60 gr margarin 1/4 sdt garam

Cara Membuat: 1. Isi, campur ubi ungu dengan santan dan air. Tambahkan daun pandan, gula pasir, dan garam. Masak sambil diaduk sampai kalis. Sisihkan. 2. Timbang adonan masing-masing 25 gram. Bentuk bulat. Sisihkan. 3. Kulit luar, campur gula tepung, garam, dan tepung terigu. Dan Tambahkan air. Uleni hingga kalis. Tambahkan margarin. Uleni sampai licin. Diamkan 15 menit. 4. Timbang adonan masing-masing 50 gram. Bentuk bulat. 5. Kulit dalam, campur tepung terigu, margarin, dan pewarna ungu. Aduk sampai bergumpal. 6. Timbang adonan masing-masing 50 gram. Bentuk bulat. 7. Pipihkan adonan kulit luar. Beri adonan kulit dalam. Bentuk bulat. 8. Giling adonan memanjang. Gulung. Giling lagi adonan memanjang. Gulung. 9. Potong adonan jadi 2 bagian. Pipihkan adonan. Beri isi. Bentuk bulat dengan motif ada di bagian luar. 10. Letakkan di loyang yang dioles mentega putih. 11. Oven dengan suhu 180 derajat Celcius 35 menit sampai matang.

Talam Ubi Ungu Pisang Untuk 40 porsi ala Catering Pernikahan Jakarta

Craftoflove.id – Talam Ubi Ungu Pisang Untuk 40 porsi ala Catering Pernikahan Jakarta

Bahan I: 300 gr ubi ungu, kukus, haluskan 250 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 1/4 sdt garam 150 gr tepung sagu 2 1/2 sdm tepung beras 125 gr gula halus

Baca juga : rebornmind.org

Bahan II: 1 bh pisang tanduk, kukus, potong-potong 250 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 1/2 sdt garam 4 sdm tepung beras 50 ml air panas 30 gr tepung sagu

Cara Membuat: 1. Bahan I, rebus garam bersama dengan santan sambil diaduk hingga mendidih. Biarkan hangat. 2. Campur tepung beras, tepung sagu, ubi, gula halus. Lalu Aduk rata. Tuang rebusan santan sedikit-sedikit sambil diaduk rata. 3. Tuang adonan sampai memenuhi 1/2 bagian tinggi cucing. 4. Kukus di atas api sedang 15 menit sampai matang. 5. Bahan II, rebus santan bersama garam sambil diaduk hingga mendidih. Biarkan dingin. 6. Aduk rata tepung beras dan air panas. Tambahkan tepung sagu. Aduk rata. Tuang rebusan santan sedikit-sedikit sambil diaduk rata. 7. Tuang bahan II di atas bahan I. Letakkan pisang tanduk di atasnya. Kukus lagi 15 menit sampai matang.

Kue Ku Talas Untuk 24 buah

Baca juga : revogayahidup.com

Bahan Kulit: 100 gr talas, kukus, haluskan 250 gr tepung ketan 75 gr gula tepung 1/2 sdt garam 175 ml santan hangat dari 1/4 btr kelapa 1/2 sdt pasta talas

Bahan Isi: 100 gr kacang hijau kupas, rendam 1 jam 200 ml santan, dari 1/2 btr kelapa 75 gr gula pasir 1 lbr daun pandan 1/2 sdt garam

Cara Membuat: 1. Isi, kukus kacang hijau 20 menit sampai mekar. 2. Blender kacang hijau dan santan. Tambahkan gula pasir, daun pandan, dan garam. Masak di atas api yang kecil sambil diaduk hingga kalis. Dinginkan. Bentuk bola-bola. Sisihkan. 3. Kulit, campur tepung ketan, gula tepung, talas, dan garam. Aduk rata. Masukkan santan dan pasta talas sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. 4. Ambil sedikit adonan kulit. Pipihkan. Beri isi. Bentuk bulat. Masukkan ke dalam cetakan kue ku yang ditaburi tepung ketan. Padatkan. 5. Keluarkan. Letakkan di atas daun pisang yang diolesi tipis minyak. 6. Kukus dalam waktu selama 12 menit di atas api sedang hingga matang. Buka tutup kukusan setiap 2 menit. 7. Panas-panas, olesi tipis dengan minyak. Sajikan.

Pentas Teater Payung Hitam, Post Haste di Bandung

TEATER Payung Hitam merupakan organisasi nonproft yang didirikan pada 1982 oleh Rachman Sabur, Sistriadji, Nandi Rifandi, dan Budi Sobar, yang disahkan dengan akta notaris dengan nama Yayasan Payung Hitam pada 29 November 2007. Nama Payung Hitam diambil dari nama pertunjukan mereka berempat di Hotel Panghegar, Bandung, pada 1982. Hampir tiap tahun Payung Hitam kemudian memproduksi teater tubuh sehingga lambat-laun lahirlah idiom-idiom khas mereka. ”Pementasan Post Haste ini merupakan retrospeksi kami back to zero,” kata Rachman. Ia ingin memandang ulang bagaimana ia memilih jalan teater fsik atau teater tubuh. ”Terutama keaktoran. Bagaimana kami ingin mereposisi apa yang disebut keaktoran. Keaktoran bukan hanya timbul dari tradisi realisme,” kata Rachman. Tak dimungkiri, sebagaimana para sutradara dan aktor lain, Rachman awalnya menggeluti realisme.

Lalu datanglah kegundahan itu. Ia merasa cara berakting, apalagi ketika mementaskan naskah terjemahan terasa tak pas. Transformasi kebertubuhan sebatas teknis. ”Saya merasa ganjil misalnya melihat pementasan Shakespeare dengan kostum-kostum klasik Barat tapi ”cengkok”-nya tetap Melayu. Persoalan saya adalah kebertubuhan. Saya ingin mencari kebertubuhan Indonesia, bukan tubuh Prancis, tubuh Jerman, tubuh Jepang, dan sebagainya.” Rachman mengakui pandangannya terhadap potensi teater tubuh terkuak setelah ia melihat pementasan Sardono W. Kusumo, Metaekologi, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 1979. ”Saya sangat terpengaruh oleh pertunjukan di lumpur itu.” Rachman kemudian, kalau kita lihat pementasan-pementasannya, seolah-olah memiliki pandangan bahwa masyarakat kita adalah masyarakat sakit.

Tubuh manusia Indonesia menjadi korban perebutan berbagai kepentingan politik dan kemudian kapital. Tubuh didikte, diolah, dibentuk, dan diarahkan oleh politik. Sangat monumental bagaimana pada zaman Orde Baru, Rachman Sabur berusaha menafsirkan naskah Peter Handke, Kaspar, ke dalam situasi aktual. Sebuah pertunjukan yang memunculkan aktor kuat Tony Broer. Kaspar aslinya adalah kisah nyata tentang seorang lelaki aneh bisu yang tiba-tiba muncul di Nuremberg, Jerman, pada 1828. Ia tak bertingkah laku seperti manusia; seolah-olah tak mengenal peradaban. Rachman mengadaptasi Kaspar menjadi sosok tunawicara, seorang dewasa yang berpikiran kerdil lantaran otaknya terlalu dicekoki oleh ideologi.

Panggung diisi akting Tony Broer yang gundul, gagap bicara, dan hanya bisa mengeluarkan kata-kata yang diinstruksikan suara anonim dari mikrofon. Tubuhnya tak bisa membebaskan diri dari instruksi itu. Pengamat dari Australian National University, Virginia Matheson Hooker, pernah menjelaskan bahwa retorika pidato Orde Baru adalah impersonal, antidialog, menekankan citra stabilitas dengan pengulangan kosakata tertentu secara terencana dan konsisten. Dalam pertunjukan Kaspar, suara anonim dari loudspeaker itu dibuat Rachman terus-menerus mencecarkan perintah yang berulang-ulang. ”Saat saya pentaskan di Jerman, beberapa penonton kaget.

Mereka bilang sebelumnya pernah melihat pementasan Kaspar. Tapi tafsirnya mengarah ke kelucuan-kelucuan.” Sepanjang Orde Baru, Rachman kemudian kita lihat semakin mengolah idiom tubuh dan daya tahan terhadap kesakitan dan ancaman. Pertunjukan Merah Bolong Putih Doblong Hitam adalah karya monumentalnya yang lain. Karya ini terus-menerus dimainkan, hingga terakhir tahun lalu dipentaskan di Seattle, Amerika Serikat.

Sejak menit awal sampai akhir, panggung diisi oleh batu-batu berayun yang nyaris mengenai tubuh para aktor. Hujan kerikil jatuh dari langit. Pertunjukan ini terasa sekali ingin membagi rasa sakit, kecemasan, dan kekhawatiran kepada penonton. Lalu sepanjang Orde Baru itu Rachman juga intens mengolah atribut dan lambang lembaga peradilan dan militer, dua lembaga yang mencerminkan kekerasan.