Uni Eropa Blokir Sanksi AS terhadap Iran

Uni Eropa bakal memblokir sanksi Amerika Serikat terhadap Iran. Uni Eropa menyiapkan undang-undang pemblokiran untuk melindungi perusahaan-perusahaan Eropa yang berbisnis dengan Iran, meskipun ada sanksi baru dari Amerika. “Jika sebuah perusahaan khawatir akan adanya tindakan hukum yang diambil perusahaan lain sebagai tanggapan atas sanksi Amerika, perusahaan itu dapat dilindungi dengan undang-undang Uni Eropa,” ujar Alistair Burt, Menteri Inggris untuk Pembangunan Internasional dan Timur Tengah, kepada BBC, kemarin.

Undang-undang ini diharapkan bisa membatalkan keputusan dan tindakan administratif Washington yang kembali menerapkan sanksi baru terhadap Iran. Dalam pernyataan bersama, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan sejumlah menteri luar negeri Eropa menyesalkan keputusan Amerika. Mogherini bahkan mendorong perusahaan-perusahaan Uni Eropa meningkatkan bisnis dengan Iran. Alasannya, Teheran telah mematuhi komitmen ihwal nuklirnya.

“Kami melakukan yang terbaik untuk menjaga agar Iran tetap dalam kesepakatan. Sebab, kami percaya ini adalah kepentingan keamanan, tidak hanya di wilayah kami, tapi juga dunia,” ujar dia. Presiden Amerika Donald Trump memutuskan menerapkan kembali sanksi terkait dengan Iran. Sanksi tersebut membatasi akses untuk mendapat mata uang dolar dan industri besar negara itu, seperti mobil dan karpet.

Berburu Rumah di Bawah Rp500 Juta Bagian 2 yang Dilengkapi Genset Surabaya

“Perubahan orientasi pengembangan ke luar Pulau Jawa yang dilakukan beberapa developer dalam dua tahun terakhir mengindikasikan fenomena baru. Bahwa sesungguhnya kawasan-kawasan di luar Pulau Jawa memiliki potensi tak kalah besar ketimbang kota-kota di Jawa,” ucap Fakky Ismail Hidayat, Head Capital Market and Investment Knight Frank, saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca juga : Jual genset Surabaya

Yang menarik, area ini menjadi semakin panas dan ajang unjuk gigi para pengembang besar seperti Sinarmas Land, Lippo Group, Ciputra Group, Agung Podomoro Group, dan Pondok Indah Group. Properti di Indonesia timur pun makin “panas”. Untuk itu, rubrik Sudut kali ini tak hanya membahas tentang potret properti di daerah Jabodetabek, tetapi akan membahas 5 provinsi yang kami anggap memiliki pertumbuhan properti yang baik.

Kelima provinsi itu adalah Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar sebagai wakil Indonesia timur. Mudah-mudahan dengan informasi yang kami berikan, Anda makin “terlecut” dan “ganas” memburu rumah impian Anda.

Kenaikan Harga Rumah di 2014 Melambat!

Ada hal menarik saat menghadiri undangan dari lembaga konsultan properti internasional, Cushman & Wakefeld di gedung WTC II, Jakarta, Februari lalu. Mereka mengungkapkan bahwa harga properti di tahun 2014 ini tidak akan sedahsyat 2-3 tahun sebelumnya. “Jika di tahun 2010-2013 kenaikan harga perumahan bisa mencapai 35- 60%, di tahun 2014 ini kenaikannya hanya berkisar di angka 15-20%,” ucap Arief Rahardjo, Senior Associate Director Research & Advisory kon sultan properti Cushman & Wakefeld.

Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch mengungkapkan hal senada, bahwa kenaikan harga properti akan melambat di tahun 2014 ini. “Perlambatan ini merupakan siklus alami pasar properti. Hingga 2013, pasar properti masih mengalami kenaikan yang tinggi dan membuat jenuh. Kenaikan harga ini menyebabkan overvalue di beberapa wilayah,” ujar Ali. Di sisi lain, Arief meramalkan bahwa pengembang, investor, maupun pembeli akan lebih memilih langkah wait and see di 2014.

“Secara historis, pemilu 2004 dan 2009 memberi guncangan pada pasar properti meskipun hanya untuk sementara waktu,” ucap Arief. Sedikit banyak, adanya Pilpres ini juga berpengaruh terhadap harga properti. Jika ditelisik lebih teliti, kenaikan harga properti yang melambat di tahun ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri dalam mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Berburu Rumah di Bawah Rp500 Juta dan Lengkapi dengan Genset Jakarta

Banyak orang merasa bingung ketika berencana membeli rumah. Selain karena situasi perekonomian yang ?uktuatif, orang merasa ragu membeli rumah karena dana yang dimiliki tidak cukup besar. Apalagi, harga rumah saat ini cenderung naik. Di tahun 2010-2013 contohnya, kenaikan harga rumah bisa mencapai 35-60%. Angka yang sangat fantastik ini, jelas membuat banyak orang makin kesulitan mendapatkan rumah idaman. Sebagai perbandingan, harga pasaran rumah di Jabodetabek terkini untuk rumah dengan luas 36m2 sudah menembus angka Rp800 juta.

Baca juga : Jual Genset Jakarta

Tentunya, harga ini sudah tidak masuk akal dan akan sulit dijangkau oleh Anda yang berpenghasilan Rp5 juta per bulan. Tetapi, jika Anda lebih “ganas” berburu rumah, di Jabodetabek sendiri masih ada rumah yang harganya di bawah standar harga pasaran. Misalnya untuk luas 36m2harganya masih di bawah Rp500 juta. Lantas, bagaimana cara mendapatkan rumah terjangkau tetapi tetap berkualitas? Berburu pun Butuh Taktik Menurut Ir. Andre Sutowo, arsitek dan pengembang perumahan khusus klaster klaster kecil, ada beberapa taktik agar keinginan Anda terwujud.

Yang utama dan perlu Anda lakukan adalah menyediakan waktu ekstra untuk terjun ke lapangan. “Jangan hanya melihat TV atau koran, Anda dituntut untuk terjun ke lapangan demi mendapatkan rumah yang sesuai dengan budget,” ucap Andre Sutowo. Karena dengan cara inilah, Anda akan mengetahui kondisi lingkungan perumahan, kondisi jalan, akses dari dan menuju pusat kota, fasilitas yang sudah berkembang, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, dengan mendatanginya secara langsung, Anda akan banyak mendapat informasi menarik lainnya dan menjadi bahan pertimbangan saat memilih rumah. Misalnya, di dekat perumahan tersebut akan dibangun jalan tol baru, akan dibangun universitas ternama, dekat dengan stasiun kereta api, dekat dengan terminal angkutan umum, akan dibangun perumahan pengembang elit, dan lain sebagainya. Tentunya, informasi ini sangat berguna bagi Anda.

Properti Daerah Semakin “Bergairah” Tak hanya di daerah Jabodetabek, properti di luar Jabodetabek pun sepertinya sedang menggeliat kencang. “Saat ini, selain Jabodetabek dan kota besar di Pulau Jawa, Indonesia bagian timur memiliki prospek yang sangat menggiurkan dalam bisnis properti,” ucap Ali. Ya, penyebaran properti saat ini sudah mulai merata. Pembangunan tak hanya terjadi di daerah Jabodetabek dan propinsi lain di Pulau Jawa, di luar Pulau Jawa pun bisnis ini mulai melesat semenjak 2-3 tahun terakhir.