Dokter Purnawan Senoaji, SpOG, menjelaskan, biasanya kenaikan total BB mamil dari awal hingga melahirkan berkisar di antara 9-12 kg. Di trimester ke-2, kebanyakan mamil belum mengalami kenaikan BB yang drastis. Kenaikan BB umumnya baru akan dirasakan saat menginjak trimester ke-3. Adapun penyebab paling sering dari tidak bertambah atau malah turunnya BB mamil adalah kurangnya asupan gizi yang diperlukan selama kehamilan.

Baca juga : ausbildung jerman

Kebutuhan nutrisi mamil ini harus dipenuhi oleh asupan makanan sehat dan seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak. Jika tidak, cadangan energi akan diambil dari tubuh untuk dialirkan ke janin. Akibatnya, pertambahan BB tidak terjadi, bertambah tapi kurang, atau malah BB mamil lebi kecil daripada sebelum hamil. Kadang, ada pula mamil yang makan asal kenyang saja tanpa memedulikan gizi dan komposisi makanannya. Tak heran jika mamil tetap kurus kendati sudah makan dalam porsi banyak.

Selain itu, gangguan pada gigi bisa menyebabkan pertambahan BB tidak signifikan. Gigi yang rusak membuat makanan tidak bisa dikunyah dengan baik. Akibatnya, makanan tak dapat dicerna dan diserap sempurna oleh tubuh. Nah, dengan berkonsultasi dan memeriksakan diri, dokter akan mendalami masalah kesehatan Mama lebih lanjut. Sebab, bisa saja Mama mengidap penyakit jantung, diabetes, atau radang paru, yang mengakibatkan tubuhnya kurus. PERTUMBUHAN JANIN TERHAMBAT Jika bobot tubuh mamil tak kunjung naik atau malah turun, itu tandanya mamil tidak mendapatkan nutrisi cukup.

Pertumbuhan janin pun kemungkinan terhambat. Gangguan pertumbuhan janin bisa terdeteksi dengan pemeriksaan USG. Pada hasilnya akan terlihat berat janin lebih kecil dibanding usia kehamilan, air ketuban berkurang, kondisi gawat janin, hingga janin meninggal. BB kurang akan mengakibatkan mamil mudah sakit dan lelah.

Proses persalinan pun akan terganggu seperti: persalinan sulit, prematur, pendarahan setelah persalinan, dan persalinan dengan operasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Eliane Beraldi Ribeiro, PhD, asisten profesor dari Federal University of São Paulo, Brasil, bersama timnya, janin yang kekurangan gizi cenderung lahir dengan ukuran kecil serta menghadapi risiko gangguan kesehatan di masa depan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/