Retrospeksi Sardono W. Kusumo Bag3

Tiba-tiba ada seseorang yang membungkus dirinya dalam pakaian dan topeng macan loreng, meloncat dan merangkak di atas meja. Macan itu mengendus dan menjilat-jilat makanan dari satu piring ke piring lain. ”Lebih dari sepuluh tahun saya mengikuti Sardono,” kata Faozan Rizal, juru kamera yang bersama Hadi Artomo bergantian membantu merekam gagasan-gagasan visual Sardono. ”Ide-de Mas Don spontan.

Saya sering mendadak ditelepon Mas Don, disuruh datang ke suatu tempat, karena ia melihat ada momentum menarik.” Pernah, misalnya, Sardono tertarik pada semburan lumpur di Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah. Ia kemudian mengundang dalang Slamet Gundono (almarhum) dan penari Yola Yolvianti. Dengan panorama letupan lumpur, Gundono memainkan ukulele dan menyanyikan lagu-lagu beraura pesantren.