Retrospeksi Sardono W. Kusumo Bag2

Dengan cambang dan rambut tergerai, ia berjalan di lorong-lorong Paris yang penuh iklan fashion, naik subway, dan menari di depan patung-patung museum sampai kereta kuda. Ide Sardono sering datang tiba-tiba. Tatkala pendapa rumahnya di Kemlayan, Solo, Jawa Tengah, dibongkar dan para tukang di atap mengetukngetuk genting, di tengah hujan serpihan genting yang jatuh, ia menyuruh Besur, penari Solo, bergerak improvisatoris.

Sementara itu, dia dengan kostum Raden Saleh seolaholah tengah membuat skets sang penari. Terasa flmnya itu menampilkan suatu surealisme keseharian. Gagasan Sardono kadang menyentuh sesuatu yang mitologis dan erotis. Dalam flmnya tampak sebuah meja panjang lengkap tersaji aneka makanan dan sesajen. Seorang perempuan yang tadinya telanjang dengan tubuh penuh tato duduk menunggu.