Metode ini tidak menggunakan obat oral maupun suntik, melainkan menggunakan getaran suara. Gelombang getaran ini sudah diatur sedemikian rupa untuk memperbaiki jaringan yang rusak di dalam Mr. P. Inspirasinya diambil dari kemampuan gelombang getaran yang dapat menghancurkan batu ginjal/kandung kemih.

Baca juga : Kerja di Jerman

Cara pengobatannya dengan menempelkan alat pengobatan pada 5 titik di Mr. P selama 20 menit, kemudian titik itu diberi sekitar 300 sontakan suara pada setiap titik. Dibandingkan dengan penggunaan obat, terapi ESST relatif lebih aman. Hanya saja, pasien perlu bersabar, karena ESST harus dilakukan sebanyak 12 kali dalam waktu sembilan minggu yang terbagi dalam tiga periode. Untuk tiga minggu pertama, terapi dilakukan dua kali seminggu. Kemudian, pada tiga minggu kedua, pasien diminta beristirahat tanpa dilakukan pengobatan untuk memberikan kesempatan jaringan tumbuh sehat.

Selanjutnya, pada tiga minggu terakhir, pasien diterapi dua kali seminggu. Hanya saja, terapi ESST lebih efektif untuk menangani kasus DE organik, yakni DE yang terjadi akibat masalah pembuluh darah ataupun jaringan erektil Mr. P, seperti pembuluh darah terhambat atau jaringannya rusak akibat penyakit diabetes dan hipertensi. Sambil menjalani terapi ESST, tentu Papa harus terus mengontrol atau mengatasi penyebabnya. Jadi, kalau karena diabetes, lakukan kontrol gula. Begitu pula masalah psikis, pascaoperasi, cedera sumsum tulang belakang, atau gangguan hormon. Nah, semoga penemuan ini membawa jalan keluar bagi suami-suami yang mengalami DE.

Serunya Senam Hamil Saat saya hamil, olahraga paling seru itu senam hamil. Selain bisa membuat relaks dan lebih bugar, kumpul bersama ibu-ibu hamil memberi saya banyak penge tahuan tentang kehamilan. Instruktur senam juga memberikan edukasi agar persalinan lancar. Sangat bermanfaat. Ni made dewi kartika chandra. Si Bulat Yang Lincah Demi menjaga kebugaran tubuh selama hamil, saya lebih memilih berenang. Bagi saya, berenang membuat relaks dan nyaman. Gerakan-gerakan yang mudah dapat melatih otot-otot seluruh tubuh. Terlebih lagi melatih pernapasan, yang menjadi tantangan selama hamil. Lucunya, saat berenang, saya selalu ramai-ramai bersama teman teman. Saat melompat semua berteriak, “Ayo bulat… menggelinding di air….” Eva Zulaika.

Sumber : https://ausbildung.co.id/