Tak ada yang terbuang dari Nasi Tumpeng Jakarta Selatan – Selain daging batang dan airnya, ternyata kulit lidah buaya juga bisa dijadikan produk lain, yakni teh. Proses pembuatan teh kulit lidah buaya diawali dengan menjemur kulit lidah buaya yang sudah dibersihkan di bawah sinar matahari hingga setengah kering.

Selanjutnya, kulit lidah buaya dimasukkan ke dalam oven agar kandungan airnya betul-betul hilang. Kulit lidah buaya kering lalu dipotongpotong menjadi bagian-bagian kecil dan siap dikemas di dalam kantung teh celup. Dalam satu kotak berisi 20 kantung teh dan dibanderol Rp 15 ribu. “Semua bagian dari tanaman lidah buaya saya pakai dan manfaatkan, jadi tak ada bagain yang terbuang.

Dan menurut saya, lidah buaya menjadi salah satu tumbuhan yang mengusung konsep go green karena tidak menyimpan banyak sampah,” kata Yuli. Yang tak kalah menarik, Yuli juga mengkreasikan lidah buaya menjadi kerupuk, cokelat, minuman sari buah, hingga kue nastar dan roti kap khas Melayu. Khusus kue nastar dan roti kap, Yuli mengaku belum memasarkan produknya secara masal, melainkan baru dijual di lingkungan sekitar tempat tinggalnya saja. Berbagai olahan lidah buaya kreasi Yuli ini rata-rata dibanderol dengan harga terjangkau, dari Rp 6 ribu hingga Rp 18 ribu per kemasan.

untuk memproduksi aneka olahan pangan ini, Yuli membutuhkan 1,6 ton lidah buaya per minggunya. Olahan lidah buaya kreasi Yuli ini ternyata tak hanya diminati warga Kalimantan saja. Para turis lokal asal Jawa dan Sumatera, hingga turis mancanegara dari Malaysia dan Brunei Darussalam pun, menurut Yuli, banyak yang turut memburunya. “Produk-produk olahan lidah buaya ini saya pasok ke beberapa supermarket dan toko oleh-oleh khas daerah di Pontianak.

Ada lebih dari 10 outlet yang saya pasok,” ungkap Yuli, seraya mengatakan memasok produk dilakukan per 2 minggu ke tiap toko dan supermarket. Selain di kota asalnya, Yuli bercita-cita untuk memasarkan hasil olahannya ini ke sejumlah negara lain. Sayangnya, hingga kini ia mengaku masih kesulitan mencari investor. “Pernah ada beberapa investor dari Brunei Darussalam. Tapi sayang, terganjal di soal perizinan yang terbilang rumit dan sulit. Jadi, belum ada kesempatan untuk menjual produk lidah buaya ke negara lain,” pungkasnya.

Sumber : https://salamacatering.com/