Sanksi untuk Aris Budiman Bag3

Selain itu, nama Aris muncul dalam pemeriksaan anggota DPR yang juga tersangka kasus e-KTP, Miryam S. Haryani. Menurut Miryam, rencana pemanggilan dirinya oleh KPK telah bocor sebulan sebelum pemeriksaan, sehingga sejumlah anggota Komisi Hukum DPR sempat menawarkan bantuan untuk lepas dari jerat kasus e-KTP dengan membayar Rp 2 miliar. Mereka, menurut Miryam, mengklaim dapat menghapus namanya dari penyidikan karena telah berkomunikasi dengan Aris Budiman dan enam pegawai KPK lain. Aris membantah tudingan tersebut. ”Saya tidak kenal anggota DPR. Tidak pernah ada ketemu,” ujarnya. Aris juga pernah berpolemik sengit dengan mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Novel Baswedan. Novel melayangkan protes keras saat Aris meminta rekrutmen penyidik polisi berpangkat komisaris besar sebagai calon ketua satuan tugas penyidikan kasus korupsi.