Padahal, tindakan tersebut hanya akan membuat anak merasa sedih dan terluka hatinya. Marah-marah dan emosi berlebihan sangat tidak diperlukan, karena bukan cara yang efektif untuk memberi tahu duduk perkaranya pada buah hati. Jadi, yang paling utama adalah mengingatkan anak dengan penuh rasa kasih sayang, dengan cara yang juga santun, sehingga anak tidak merasa dihakimi dan dapat terus belajar mengembangkan kemampuan bersosialisasinya.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

BATITA TAK CUMA BISA MENJERIT Banyak yang berpikir, anak batita tak bisa mengontrol suaranya dan cuma bisa berteriak. Tapi, riset yang dimuat di Journal of Cognition and Development ternyata menemukan fakta baru seputar pemahaman batita tentang suara yang mereka buat terhadap orang lain. “Para batita, terutama yang memiliki saudara kandung, ternyata paham bahwa suara yang ia keluarkan bisa memberi efek berbeda-beda,” kata Dr. Rebecca Williamson, Asisten Profesor Psikologi dari Georgia State University. “Sebagai contoh, batita paham pada waktu butuh suara yang keras untuk dapat membangunkan seseorang. Sebaliknya, batita juga mengerti bahwa ia tidak boleh berisik agar tidak membangunkan orang yang sedang tidur.”

PERLENGKAPAN “PERANG” TOILET TRAINING Saat si kecil bersiap toilet training, kira-kira apa saja ya yang perlu disiapkan? Sebetulnya tidak banyak sih, tetapi modal utamanya adalah kesabaran yang lebih panjang dari biasanya! Plus konsistensi untuk membiasakan anak pipis sebelum dan sesudah bangun tidur, serta secara berkala pada jamjam tertentu.

Jadi, mengenali waktu pipis anak juga perlu. Kalau Mama Papa punya dana lebih, menghias kamar mandi dengan stiker lucu atau alas lantai dari karet motif favorit anak juga bisa. Dekorasi menarik bisa membuat anak lebih berani dan mau ke toilet. Jika merasa perlu menyediakan potty atau pispot, ada banyak pilihan dengan model menarik. Bahkan, untuk anak laki-laki ada urinoir kecil yang bisa dipasang di dinding kamar mandi. Selain itu, ada pula potty seat motif tokoh kartun favorit anak. Ajak anak memilih yang ia suka, sehingga ia juga bersemangat untuk segera lepas dari diapernya!