Emirates Bukan yang Pertama

Sebenarnya, maskapai ini bukanlah yang pertama mencoba skema demikian. British Airways sebelumnya melakukan inovasi serupa dengan bekerjasama dengan star t up berbasis travel tech bernama AirPortr. Pelayanan serupa juga ditawarkan khusus kepada penumpang yang berada di wilayah M25—sebuah jalanan di London– dan terbang dari Heathrow, Gatwick, dan London. Layanan ini berlaku sejak 26 Oktober 2017.

Pihak pelaksana program ini mengklaim bahwa barang yang mereka antarkan tetap tersegel, aman dan akan mengantarkan tas hanya dalam beberapa jam dengan live tracking. Setelah mendaftarkan penjemputan, petugas akan tiba di rumah atau hotel si calon penumpang. Setelah memeriksa barang bawaan, memasang tag pelacak di atasnya, barang calon penumpang akan dimasukkan ke dalam tas “ant i-tamper ” sebelum membawanya ke bandara. Di terminal, dari tas “anti-tamper”, koper yang sudah diantar ke bandara, akan diperiksa lewat x-ray dan dimasukan ke dalam bagasi pesawat.

Tapi untuk mendapatkan fasilitas dari British Airways ini, calon penumpang harus membooking terlebih dahulu melalui sebuah aplikasi. Fasilitas ini dikenakan biaya hingga £ 20 atau sekitar Rp 355 ribu, dan £ 40 atau Rp 711 ribu. Di sisi lain, British Airways baru saja menerapkan gaya check in unik lainnya. Seperti diberitakan dailymail, mulai 12 Desember 2017, sebuah system bernama Group Boarding akan diberlakukan di seluruh penerbangan British Airways. Group Boarding berbicara soal aturan masuk ke dalam pesawat secara berkelompok. Kelompok apa? Kelompok penumpang yang membayar lebih mahal atau lebih murah.

Penumpang yang membeli tiket dengan harga termurah harus menunggu di depan gerbang keberangkatan. Penumpang ini baru boleh masuk setelah penumpangpenumpang lain dengan harga tiket lebih mahal masuk lebih dulu. Pengelompokan ini nantinya akan tertulis dalam bentuk angka di boarding pass masing-masing penumpang. Semakin kecil angka yang tertulis, semakin lama pula penumpang tersebut harus mengantri ke dalam pesawat.

Menurut British Airway, penomoran ini dapat menyederhanakan proses dan memudahkan penumpang. Dan metode ini telah digunakan sebelumnya di seluruh dunia oleh banyak maskapai dan mitramitra British Airways seperti American Airlines dan Iberia. Meskipun demikian, untuk menyikapi penumpangnya dengan kebutuhan khusus atau dengan masalah mobilitas ataupun mereka yang bepergian dengan anakanak, British Airways tidak diberlakukan aturan ini.