Skutik Terbaik Fitur Lengkap Bagian 2

Skutik Terbaik Fitur Lengkap Bagian 2 – ┬áSeperti di Vehicle Setting untuk mengatur nyala DRL secara otomatis atau tidak, bisa juga untuk mematikan ASC (Automatic Stability Control). Ada System Settings untuk mengatur tanggal dan jam, satuan unit, serta bahasa. Lalu Connections untuk menyambungkan smartphone juga alat komunikasi pengendara dan pembonceng pada helm. Kalau smartphone sudah tersambung nantinya akan terlihat kapasitas baterai, dan sinyal pada layar spidometer bagian bawah. Kemudian ada Displays untuk mengatur tingkat kecerahan layar spidometer yang terbagi dalam 5 pilihan. Ada juga status line content untuk memilah informasi apa saja yang perlu dan tidak perlu ditampilkan dengan mencentangnya. Terakhir ada speed limit info yang dapat dinyalakan atau tidak. Sisanya ada licences dan software version dari spidometer tersebut. Ada juga pilihan Reset All yang akan mengembalikan semua pengaturan ke pengaturan standar pabrik.

Oia untuk faktor keamanan, menu setting hanya bisa diakses ketika motor dalam keadaan berhenti saja. Lanjut lihat sakelarnya, yang kiri selain ada multi-controller dan tombol menu masih ada beberapa tombol umum lainnya. Seperti klakson, high beam, low beam, pass beam, hazard, lampu utama, dan sein. Kerennya sein C 400 GT bisa mati otomatis, motor seakan-akan bisa mendeteksi kalau pengendara sudah berbelok dengan membaca kemiringan motor dan putaran mesin. Jadi sein enggak akan menyala sepanjang jalan deh. Handgrip-nya terasa kecil dan nyaman digenggam. Tapi karena adanya multicontroller membuat jarak antara handgrip dengan tombol-tombol di sakelar menjadi agak jauh, seperti saat ingin menyalakan lampu sein tangan kiri pengendara harus banyak berpindah dari genggaman. Sakelar kanannya lebih simpel hanya ada tombol engine cut off dan starter yang menjadi satu. Di bawah setangnya terdapat dua buah kompartemen, membukanya dengan menekan tombol di atasnya. Tapi spidometer harus dalam keadaan menyala.

Di sisi kanan ada power outlet lengkap dengan karpet karet untuk meredam benturan ke smartphone. Tapi power outlet milik BMW yang kecil, bukan tipe Asia yang besar seperti lighter di mobil. Kalau kompartemen yang kiri hanya ada ruangan saja tanpa power outlet dan alas karpet. Tapi sayang suhu dari radiator ternyata cukup membuat kedua kompartemen panas, bahaya untuk barang elektronik nih. Selain spidometer canggihnya, teknologi Keyelss Ride juga disematkan untuk memudahkan pengendara. Mulai dari mengunci setang, menyalakan motor, membuka jok, membuka kompartemen di bawah setang, sampai membuka tangki bensin semua serba elektrik. Yang penting remote masih dalam jangkauan motor. Kompartemen di bawah joknya serupa dengan C 400 X. Di mana bagasi 10 liter dapat diperbesar menjadi 15 liter berkat fitur Flex Case. Sehingga pengendara dapat memuat sebuah helm half face dan full face. Namun fitur ini hanya bisa digunakan ketika motor parkir. Karena saat Flex Case digunakan, otomatis roda belakang dengan sepatbor menjadi rapat. Ada juga notifikasi pada spidometer sebagai pengingat kalau Flex Case dalam keadaan terbuka. Sayang fitur Cruise Control dan Grip Heater absen pada skutik ini.