Mimpi Buruk Sang Kanselir

ANGELA termakan omongannya sendiri. Tra gedi truk maut di Berlin, yang terjadi enam hari se belum Natal, membuat Kan Merkel selir Jerman itu tak berkutik. Kali ini ia tidak bisa berbuat banyak untuk membela para pengungsi yang menghambur ke negaranya dalam dua tahun terakhir. ”Sulit bagi kita untuk menerima kenyataan bahwa pelaku datang ke Jerman meminta suaka,” kata Merkel dalam pidatonya sehari setelah kejadian.

Insiden mematikan di Berlin barat itu menyentak publik Jerman. Sebuah truk tronton bernomor pelat GDA08J5 melaju ke arah kerumunan di pasar Natal di Breitscheidplatz, dekat Gereja Memorial Kaiser Wilhelm. Truk Scania R450 hitam berbobot 40 ton itu menubruk deretan kios beratap kain merah-putih, berikut orang-orang di depannya. Dua belas orang tewas dan 50 lainnya terluka akibat serudukan truk jumbo tersebut.

Sebastian Kahl, pengunjung pasar Natal, tengah menunggu kekasihnya, Lana, saat insiden maut itu terjadi, pukul 19.57. Kahl memesan roti lapis di sebuah kios ketika ia tiba-tiba mendengar suara keras seperti ledakan. Saat berbalik badan, Kahl melihat sebuah truk besar meluncur ke arahnya. ”Truk terus melaju kencang,” ujarnya. Kahl menyaksikan tubuh-tubuh terempas, dilindas truk, ceceran darah, serta mendengar jeritan para korban. Meski penyelidikan baru berjalan sehari, Merkel dengan tegas berkomentar.