Proses Penjurian Film Bagian 3

Mereka bersembunyi sambil tetap menggalang perlawanan. Saat itu, Thukul berada di Solo sebagai Ketua Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker)—badan yang merapat ke PRD. Seperti aktivis lain, ia juga memutuskan bersembunyi: mengembara dari kota ke kota. Ia mendompleng truk, naik bus, atau menumpang angkutan umum lain.

Di tiap kota yang ia singgahi, Thukul bersembunyi di rumah sahabat atau kenalan yang ia percaya. Hingga akhirnya ia bersembunyi di Kalimantan. Periode Kalimantan itulah yang diangkat Anggi ke dalam Istirahatlah Kata-kata. ”Itu periode yang sunyi dan sepi karena Wiji Thukul jauh dari keluarga dan teman-teman pergerakan,” kata Anggi. Bagi Anggi, Istirahatlah Kata-kata merupakan pilihan logis yang menunjukkan Thukul dalam konsep yang sangat personal.

”Mungkin tidak ideal menurut keinginan penonton. Tapi justru itu menjadi ruang bagi saya untuk mengeksplorasi kemanusiaan,” ucapnya. ”Wiji Thukul itu orang besar dan yang punya kewajiban membuat flm bukan hanya saya. Harus ada inisiatif untuk tetap mengingat dia.”