Teknologi Bongkar Muat Kapal

Kota-Bunga.net Teknologi Bongkar Muat Kapal – D IBERI ram ini membantu nakhoda membuat atau perencanaan muatan kapal dalam pelayaran. Yang nama iStow-2, prog stowage planningtak kalah penting, iStow-2 membuat simulasi pemuatan bagasi di atas kapal. Simulasi itu menjadi rujukan penataan barang sesuai dengan berat dan kemampuan kapal agar stabil ketika berlayar. Dalam simulasi, barang yang berpotensi memicu ledakan ditempatkan berjauhan, sekaligus menata bagasi menurut asal dan tujuan. Dengan begitu, kontainer yang lebih awal tiba di tujuan ditempatkan di posisi yang mudah dibongkar. “iStow diciptakan untuk mendigitalkan semua proses pemuatan kapal,” kata Setyo Nugroho, Senin pekan lalu. Dosen Fakultas Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini bersama empat pengajar ITS lain menciptakan iStow-2. Setyo mendapatkan ide membuat iStow setelah menyaksikan sebuah kapal kontainer tenggelam di Terminal Berlian, Tanjung Perak, Surabaya, pada 1990-an. Saat itu Setyo mengira penyebab kapal oleng dan tenggelam adalah pengaturan barang yang keliru. Tapi ia baru mewujudkan gagasan tersebut pada 2007. Saat memulai riset, pakar manajemen pelayaran dan transportasi laut ini mengajak empat koleganya di Laboratorium Telematika Transportasi Laut ITS. Riset iStow berlangsung setahun. Setyo dan tim menciptakan iStow generasi pertama berbasis Internet pada 2008.

iStow-1 dikhususkan untuk kapal peti kemas yang terintegrasi dengan fitur SMS atau pesan pendek. Generasi pertama iStow terdiri atas beberapa model, yakni iStow Ro-Ro (roll-on/ roll-off), iStow-CHS (cargo handling simulator), dan iStow-LHP (load-out planner of large and heavy objects). Sesuai dengan namanya, iStow Ro-Ro dibuat pada 2010 untuk kapal jenis ro-ro. iStow-CHS dan iStowLHP dibikin pada 2011. Politeknik Maritim Semarang memanfaatkan iStow-CHS sebagai simulator dalam latihan penanganan kargo. Tahun ini Setyo merilis iStow generasi kedua. iStow-2 menggunakan platform Qt/ C++ versi 5.7 sehingga aplikasi ini bisa beroperasi pada gawai Android, iOS, Linux, Windows Phone, hingga BlackBerry OS. Peneliti iStow, A. Zainal Abidin, mengatakan iStow-2 menggunakan teknologi responsive design yang ramah peramban. Teknologi ini memungkinkan aplikasi berope- rasi pada peranti keras dengan ukuran layar bervariasi. iStow-2 juga menerapkan casestow atau metode semi-otomatis perencanaan pemuatan yang berguna dalam menata kontainer di atas kapal. “Keunggulan iStow-2 ini bisa diakses lewat jaringan Internet dan seluler,” katanya. iStow-2 diprogram untuk membuat perencanaan muatan kapal seperti kode kontainer, daftar manifes, berat dan jenis barang, serta asal dan tujuan barang.

Termasuk juga data tentang stabilitas kapal, penghitungan stabilitas kapal, serta simulasi bagasi. Yang terakhir ini tidak hanya membantu nakhoda, tapi dapat pula menjadi acuan syahbandar sebelum menerbitkan surat berlayar. “iStow-2 bisa mengetahui perhitungan stabilisasi kapal sampai seratus persen,” kata Setyo. Keunggulan lain, data iStow-2 tak bisa dimanipulasi. Sebab, saat data melebihi standar IMO atau Organisasi Maritim Internasional, secara otomatis program akan menolaknya dan memberi tahu data tersebut keliru. “Program ini dapat mencegah praktek korupsi karena mengedepankan akuntabilitas, transparansi, dan keselamatan pelayaran,” kata Setyo. Walhasil, program iStow-2 membuat proses bongkar-muat barang di pelabuhan lebih singkat dan efektif