Pemerintah Harus Lindungi Industri Lokal

PERATURAN Pemerintah (PP) No 39 tahun 2014 tentang DNI (daftar negatif investasi) yang mengubah besaran porsi asing di sektor telekomunikasi, pada sebagiannya masih menimbulkan kekecewaan. Tidak hanya di kalangan para praktisi, pemain dan operator yang kecewa, tetapi juga pemerintah. Masalahnya, sektor telekomunikasi memang menjadi semakin terbuka untuk investasi asing, namun harus juga diperhatikan industri lokal yang pertumbuhannya harus juga dijaga.

Baca juga : Harga iPhone

Meski diakui sebelum PP ini diterbitkan sudah dilakukan koordinasi antara Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) dengan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), Menkominfo Tifatul Sembiring menurut beberapa media tetap akan menyurati Kepala BKPM. Menurut Tifatul, industri yang terbuka akan menguatkan kompetisi, namun tetap saja sektor yang dapat dikerjakan oleh pengusaha dalam negeri harus dilindungi. Beberapa keberatan, misalnya penyelenggaraan jaringan tetap (fxed line) yang dari semula porsi asing hanya 49 persen, lewat PP tadi berkembang menjadi 65 persen.

Secara teoritis, menurut Dirut PT Telkom Arief Yahya, peningkatan porsi asing ini akan mengancam dominasi BUMN yang menguasai 90 persen bisnis ini yang hanya memiliki satu pesaing, PT Indosat. Arief yakin PT Telkom tetap akan mendominasi bisnis ini, karena sejauh ini ia belum pernah mendengar ada investor asing tertarik. Sementara menurut Kepala BKPM Mahendra Siregar, kebijakan menaikkan porsi asing ini karena masih diperlukan banyak kucuran investasi di pembangunan jaringan tetap.

Katanya kepada media, porsi asing lebih besar di sini diharapkan akan meningkatkan kualitas akses layanan telekomu nikasi. Selain jaringan tetap, PP 39/2014 juga mengatur porsi asing di penyedia konten, dari pola kemitraan menjadi 49 persen, suatu hal yang dianggap para pelaku industri ini akan mengancam kehidupan para penyedia konten lokal.

Para penyedia konten lokal umumnya bermodal kecil yang akan berguguran jika asing bisa masuk dengan porsi yang memikat, karena asing akan kuat di pemasaran produk, hal yang tidak terlalu tertangani pihak lokal yang kurang modal. Pengusaha yang agaknya khawatir serangan pemodal asing adalah pengusaha jual-beli on line yang bermodal kecil.