Melati Menafsir Macbeth

Melati suryodarmo, seniman performance, membuka perhelatan indonesian dance festival di jakarta pada november lalu dengan pentas berjudul tomorrow, as purposed. Judul ini diambil dari kata-kata seorang penyihir dalam lakon macbeth karya shakespeare. Melati menghadirkan iringan paduan suara voca erudita dari universitas sebelas maret, surakarta.

Kor ini tak hanya berdiri statis, tapi ikut dalam bagian pertunjukan. Paduan suara ini menjadi metafora bagi para cenayang yang menujum nasib macbeth. Melati berani melakukan lintas batas disiplin seni. Pertunjukannya menggabungkan tari, teater, dan paduan suara. Ia menciptakan macbeth dengan bahasanya sendiri.

Lelaki Harimau Di Booker Prize

Lewat novel lelaki harimau, eka kurniawan masuk nominasi the man booker international prize 2016 dari lembaga the man booker prize, inggris, april lalu. Karya eka masuk 13 besar dari 155 buku. Eka bersanding dengan nama besar seperti han kang (korea selatan) dan orhan pamuk (turki). Novel yang sama membawa eka meraih penghargaan emerging voices kategori fiksi dari financial times dan oppenheimerfunds yang diumumkan di new york, amerika serikat, september lalu.

Eka mengalahkan novelis kenamaan asal cina, yua hua dan yan lianke. Dengan debut lewat novel cantik itu luka (2002), eka mulai dikenal setelah buku keduanya, lelaki harimau, terbit dalam bahasa inggris. Kini lelaki harimau sudah diterjemahkan ke lima bahasa dan cantik itu luka ke 24 bahasa.