Menyulap Keruh Jadi Bening

Tingkat keasaman dan kandungan organik yang tinggi menyebabkan air gambut ber bahaya bagi kesehatan jika di konsumsi. Enam peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan cara mudah menjernihkan air berwarna merah kecokelatan itu sehingga aman untuk diminum. Mereka adalah Nyoman Sumawijaya, Dadan Suherman, Sudaryanto, Wahyu Purwoko, Dedy Sukmayadi, dan Endang Lili.

Tim dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI ini menciptakan alat penjernih karena prihatin melihat masyarakat di kawasan lahan gambut selalu kekurangan air bersih. Mereka mulai meriset alat yang belum diberi nama itu di laboratorium LIPI di Bandung pada Februari lalu. Dari sejumlah teori, tim menemukan metode penggabungan partikel dan pengendapan untuk membersihkan air gambut.

Lalu mereka mencari bahan-bahan sederhana yang mudah didapatkan, yang fungsinya sesuai dengan teori tadi. Bahan-bahannya terdiri atas bak air atau toren, kayu bulat, tutup botol air kemasan, tanah lempung atau tanah liat, serta kapur tohor. Toren digunakan sebagai wadah untuk mengolah air gambut. Kapasitas toren disesuaikan dengan kebutuhan, antara 150 dan 500 liter.

Kayu dipakai untuk mengaduk air dan tutup botol sebagai alat penakar bahan-bahan yang akan dicampurkan ke dalam air. Kaporit atau kalsium hipoklorit berfungsi sebagai disinfektan, untuk mencegah pencemaran jasad renik serta membunuh atau menurunkan jumlah kuman penyakit.