Uni Eropa Blokir Sanksi AS terhadap Iran Bagian 2

Dalam perintah eksekutif yang dikeluarkan pada Senin lalu, Trump mengatakan sanksi ini bertujuan memberi tekanan kepada Iran sebagai “solusi yang lengkap” atas ancaman pengembangan rudal di wilayah Iran. Trump sebelumnya sudah berkeinginan membatalkan kesepakatan dengan Iran yang dibuat pendahulunya, Barack Obama, bersama lima negara Eropa karena dianggap menguntungkan Iran.

Trump kemarin juga mencuit, “Siapa pun yang berbisnis dengan Iran tidak akan berbisnis dengan Amerika. Saya meminta perdamaian dunia, tidak lebih!” Trump memperingatkan bahwa mereka yang tidak mengakhiri hubungan ekonomi dengan Iran“berisiko menimbulkan konsekuensi yang berat”. Menanggapi hal itu, Iran justru menuduh Amerika mengingkari kesepakatan nuklir yang ditandatangani pemerintah Obama. Kesepakatan nuklir pada 2015 antara Iran, Amerika, Cina, Rusia, Jerman, Prancis, dan Inggris itu mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan, Amerika akan menghadapi penyesalan bersejarah jika Trump mengabaikan kesepakatan nuklir Iran. “Mereka ingin memulai perang psikologis melawan Iran,” ujar Rouhani. “Negosiasi dengan sanksi tidak masuk akal. Kami selalu mendukung diplomasi dan pembicaraan tapi pembicaraan butuh kejujuran.” Rouhani mengatakan Iran masih dapat mengandalkan Cina dan Rusia untuk menjaga sektor minyak dan perbankannya.