Banyak orang merasa bingung ketika berencana membeli rumah. Selain karena situasi perekonomian yang ?uktuatif, orang merasa ragu membeli rumah karena dana yang dimiliki tidak cukup besar. Apalagi, harga rumah saat ini cenderung naik. Di tahun 2010-2013 contohnya, kenaikan harga rumah bisa mencapai 35-60%. Angka yang sangat fantastik ini, jelas membuat banyak orang makin kesulitan mendapatkan rumah idaman. Sebagai perbandingan, harga pasaran rumah di Jabodetabek terkini untuk rumah dengan luas 36m2 sudah menembus angka Rp800 juta.

Baca juga : Jual Genset Jakarta

Tentunya, harga ini sudah tidak masuk akal dan akan sulit dijangkau oleh Anda yang berpenghasilan Rp5 juta per bulan. Tetapi, jika Anda lebih “ganas” berburu rumah, di Jabodetabek sendiri masih ada rumah yang harganya di bawah standar harga pasaran. Misalnya untuk luas 36m2harganya masih di bawah Rp500 juta. Lantas, bagaimana cara mendapatkan rumah terjangkau tetapi tetap berkualitas? Berburu pun Butuh Taktik Menurut Ir. Andre Sutowo, arsitek dan pengembang perumahan khusus klaster klaster kecil, ada beberapa taktik agar keinginan Anda terwujud.

Yang utama dan perlu Anda lakukan adalah menyediakan waktu ekstra untuk terjun ke lapangan. “Jangan hanya melihat TV atau koran, Anda dituntut untuk terjun ke lapangan demi mendapatkan rumah yang sesuai dengan budget,” ucap Andre Sutowo. Karena dengan cara inilah, Anda akan mengetahui kondisi lingkungan perumahan, kondisi jalan, akses dari dan menuju pusat kota, fasilitas yang sudah berkembang, dan lain sebagainya.

Di sisi lain, dengan mendatanginya secara langsung, Anda akan banyak mendapat informasi menarik lainnya dan menjadi bahan pertimbangan saat memilih rumah. Misalnya, di dekat perumahan tersebut akan dibangun jalan tol baru, akan dibangun universitas ternama, dekat dengan stasiun kereta api, dekat dengan terminal angkutan umum, akan dibangun perumahan pengembang elit, dan lain sebagainya. Tentunya, informasi ini sangat berguna bagi Anda.

Properti Daerah Semakin “Bergairah” Tak hanya di daerah Jabodetabek, properti di luar Jabodetabek pun sepertinya sedang menggeliat kencang. “Saat ini, selain Jabodetabek dan kota besar di Pulau Jawa, Indonesia bagian timur memiliki prospek yang sangat menggiurkan dalam bisnis properti,” ucap Ali. Ya, penyebaran properti saat ini sudah mulai merata. Pembangunan tak hanya terjadi di daerah Jabodetabek dan propinsi lain di Pulau Jawa, di luar Pulau Jawa pun bisnis ini mulai melesat semenjak 2-3 tahun terakhir.