Badan Pengadaan Tetapkan Tarif OK-Otrip Rp 3.900 Bagian 2

Walhasil, sampai saat ini baru 335 angkot dari tiga koperasi yang bergabung dengan program transportasi tarif tunggal Rp 5.000 sampai tujuan tersebut. Uji coba OK-Otrip semu la berlangsung pada 15 Januari-15 April lalu. Tapi masa uji coba diperpanjang hingga 15 Juli 2018 karena menunggu kajian tarif kerja oleh BPPBJ. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, berkeberatan atas tarif baru hasil kajian BPPBJ DKI tersebut. “Hasil kajian tarif itu belum menarik bagi operator untuk bergabung dengan OK-Otrip,” kata dia, kemarin.

Shafruhan berkukuh tarif itu tidak cukup menutupi biaya operasional pengusaha. Organda tetap mengusulkan tarif Rp 4.100-4.200 per kilometer. Ketua Koperasi Kolamas, Petrus Tukimin, mengatakan usul tarif dari BPPBJ tidak memasukkan gaji tenaga pengawas dari pengusaha angkot untuk mengecek jarak tempuh armada. “Itu jadi beban pengeluaran kami,” ujar dia, kemarin. Meski berkeberatan, Petrus menyatakan akan bergabung dengan OK-Otrip sambil mengevaluasi pelaksanaan program tersebut. Adapun Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo, menyatakan belum mengetahui hasil kajian tarif rupiah per kilometer dari BPPBJ Jakarta. “Saya belum bisa berkomentar.”